Menteri Pariwisata: Wisatawan Nusantara Kekuatan Utama Sektor Pariwisata Indonesia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa wisatawan Nusantara merupakan kekuatan utama sektor pariwisata Indonesia, dengan harapan mencapai 1,08 miliar perjalanan pada tahun 2025.

Wisatawan Nusantara, Pilar Utama Penggerak Ekonomi Pariwisata
Menteri PariwisataWidiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya peran wisatawan Nusantara sebagai kekuatan utama dalam sektor pariwisata Indonesia. Pernyataan ini disampaikan setelah meninjau langsung kesiapan pelayanan pariwisata di Bali menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menurut Widiyanti, distribusi wisatawan domestik ke berbagai destinasi menunjukkan potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal di seluruh penjuru negeri.
Kunjungan kerja Menteri Pariwisata ke Bali pada Kamis (1/1) bertujuan untuk memastikan seluruh alur pelayanan bagi para pelancong berjalan optimal. Widiyanti Putri Wardhana secara langsung memeriksa fasilitas di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, mulai dari konter check-in, imigrasi, hingga area makan dan suvenir. Interaksi langsung dengan wisatawan juga dilakukan untuk mendengarkan kesan dan pengalaman mereka selama berlibur di Pulau Dewata.
Fokus pada wisatawan Nusantara ini sejalan dengan target nasional yang ambisius, yaitu mencapai 1,08 miliar perjalanan wisatawan domestik sepanjang tahun 2025. Dengan potensi pergerakan yang masif ini, setiap daerah tujuan wisata diharapkan dapat merasakan dampak ekonomi positif. Hal ini juga menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan sektor pariwisata dari berbagai tantangan global.
Kunjungan Menteri Pariwisata dan Data Terkini di Bali
Dalam kunjungannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana tidak hanya berinteraksi dengan wisatawan, tetapi juga meninjau Posko Terpadu di Terminal Keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai. Di sana, ia menerima paparan komprehensif mengenai data kunjungan wisatawan dan layanan penerbangan dari Angkasa Pura Bali serta Pemerintah Provinsi Bali. Peninjauan ini menjadi bagian penting untuk memahami dinamika pergerakan wisatawan secara langsung.
Data yang dipaparkan menunjukkan gambaran menarik mengenai tren pariwisata di Bali. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui jalur udara hingga akhir Desember 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 7,05 juta, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 11 persen dibandingkan dengan sekitar 6,3 juta kunjungan pada tahun 2024. Angka ini menandai rekor tertinggi kunjungan wisman ke Bali, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi sektor pariwisata nasional.
Namun, data untuk wisatawan Nusantara (wisnus) ke Bali menunjukkan sedikit penurunan. Sepanjang tahun 2025, total kunjungan wisnus ke Bali mencapai 9,28 juta, atau turun sekitar 700 ribu dibandingkan dengan tahun 2024. Meskipun demikian, Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa penurunan ini bukan berarti minat wisnus berkurang, melainkan adanya distribusi yang lebih merata ke berbagai destinasi wisata lain di seluruh Indonesia selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Strategi Penguatan Pariwisata Domestik dan Target Nasional
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus berupaya memperkuat sektor pariwisata domestik dengan berbagai strategi. Penekanan pada wisatawan Nusantara menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih berkelanjutan dan tidak terlalu bergantung pada pasar internasional. Langkah-langkah ini termasuk promosi destinasi lokal, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung kenyamanan perjalanan wisatawan domestik.
Target nasional untuk mencapai 1,08 miliar perjalanan wisatawan Nusantara pada tahun 2025 merupakan indikator ambisius yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat menjadi esensial untuk mewujudkan target ini. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Distribusi wisatawan Nusantara yang merata ke berbagai destinasi juga mencerminkan keberhasilan upaya diversifikasi pariwisata di luar Bali. Hal ini membuka peluang bagi daerah-daerah lain untuk mengembangkan potensi wisata mereka dan menarik lebih banyak pengunjung domestik. Dengan demikian, sektor pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)




















