Puncak Libur Nataru Bali Diprediksi Melonjak Setelah 20 Desember 2025, Okupansi Hotel Capai 97 Persen
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung memprediksi puncak libur Nataru Bali akan terjadi setelah 20 Desember 2025, dengan tingkat hunian hotel diproyeksikan mencapai 97 persen.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, Bali, memprediksi puncak musim libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 akan terjadi setelah 20 Desember 2025. Proyeksi ini menunjukkan antusiasme tinggi wisatawan domestik dan mancanegara terhadap Pulau Dewata. Bali tetap menjadi destinasi favorit meskipun ada tantangan cuaca.
Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menjelaskan bahwa Bali masih sangat diminati oleh turis dari berbagai negara dan juga wisatawan domestik. Tingkat hunian hotel saat ini rata-rata mencapai 70 persen, namun angka ini diperkirakan akan melonjak signifikan. Peningkatan ini mencerminkan daya tarik abadi pariwisata Bali.
Peningkatan okupansi hotel diproyeksikan mencapai 78 persen saat libur Natal dan melonjak hingga sekitar 97 persen menjelang Tahun Baru. Kenaikan ini tidak hanya terbatas pada hotel berbintang, melainkan juga merambah akomodasi nonbintang dan vila. Ada dua periode puncak liburan yang diidentifikasi oleh PHRI Badung.
Proyeksi Tingkat Hunian Hotel Melonjak Drastis
PHRI Badung mencatat bahwa pada pekan pertama Desember 2025, rata-rata tingkat hunian hotel berada di angka 70 persen, yang termasuk dalam musim kunjungan yang relatif landai. Namun, angka ini diproyeksikan akan meningkat tajam seiring mendekatnya periode libur Nataru. Prediksi ini memberikan gambaran optimis bagi sektor pariwisata lokal.
Rai Suryawijaya menyebutkan bahwa tingkat hunian hotel diperkirakan naik menjadi 78 persen saat libur Natal tiba. Puncaknya, saat perayaan Tahun Baru, okupansi diproyeksikan melonjak hingga sekitar 97 persen. Peningkatan ini berlaku untuk berbagai jenis akomodasi, mulai dari hotel berbintang hingga vila.
Dua periode puncak liburan di Bali telah diidentifikasi secara spesifik. Periode pertama diperkirakan terjadi antara 20-27 Desember 2025 untuk libur Natal, sementara periode kedua mencakup 27 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 untuk libur Tahun Baru. Proyeksi ini didasarkan pada rangkuman data dari sejumlah perhotelan di bawah naungan asosiasi.
Peningkatan okupansi hotel ini menunjukkan bahwa Pulau Dewata masih menjadi daya tarik utama pariwisata nasional dan internasional. Hal ini terjadi meskipun Bali menghadapi dinamika cuaca seperti curah hujan tinggi dan banjir, serta persoalan sampah yang kerap menjadi perhatian. Daya tahan pariwisata Bali tetap kuat di tengah berbagai tantangan.
Kawasan Wisata Unggulan dan Data Pendukung Okupansi
Senada dengan PHRI, General Manager BUMN PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, juga memproyeksikan peningkatan signifikan. Tingkat hunian hotel di kawasan pengelolaan The Nusa Dua saat libur Natal dan Tahun Baru diproyeksikan mencapai 83 persen. Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap kawasan premium tersebut.
Proyeksi 83 persen ini merupakan peningkatan dibandingkan realisasi selama Januari-November 2025 yang mencapai 77,5 persen. ITDC The Nusa Dua menargetkan kunjungan di kawasan mereka bisa mencapai 3,4 juta orang. Kawasan premium seluas 350 hektare ini memiliki 22 hotel bintang lima dan vila mewah, dengan total sekitar 5.485 kamar.
Kabupaten Badung merupakan salah satu titik utama tujuan wisata di Bali, menampung sebagian besar akomodasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali tahun 2024, dari 593 akomodasi hotel berbintang di Pulau Dewata, sebanyak 417 hotel berada di Badung. Jumlah kamar di Badung mencapai 48.257 unit.
Selain hotel berbintang, akomodasi nonbintang di Badung juga mendominasi, mencapai 1.182 unit dari total 3.582 unit di seluruh Bali, menurut data BPS Bali 2024. Data ini menegaskan posisi Badung sebagai pusat pariwisata dengan infrastruktur akomodasi yang sangat lengkap dan beragam.
Antisipasi Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai
Kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian utama untuk menyambut gelombang wisatawan. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung telah mencatat adanya 510 penerbangan tambahan. Penerbangan tambahan ini diajukan oleh maskapai untuk rute domestik menuju dan dari Bali selama periode Nataru 2025.
Pihak bandara memprediksi lonjakan signifikan dalam pergerakan penumpang selama musim liburan. Selama periode 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, diperkirakan akan ada sekitar 1,5 juta pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berlibur ke Bali.
Penambahan penerbangan dan proyeksi jumlah penumpang ini menjadi indikator kuat bahwa Bali akan sangat ramai. Persiapan matang dari berbagai pihak, termasuk maskapai dan pengelola bandara, sangat penting. Hal ini untuk memastikan kelancaran arus kedatangan dan keberangkatan wisatawan selama puncak libur Nataru Bali.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)







