Transaksi QRIS Meningkat 147,6% pada Kuartal III Tahun 2025
Volume transaksi pembayaran digital pada kuartal III 2025 mencapai 12,99 miliar, meningkat 38,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya (YoY).

Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya peningkatan yang signifikan dalam volume transaksi digital selama kuartal III tahun 2025. Peningkatan ini termasuk penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang sejalan dengan bertambahnya jumlah pengguna.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa volume transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 38,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya (YoY) pada kuartal III 2025. Perry juga menjelaskan bahwa pertumbuhan volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tercatat sebesar 13,11 persen dan 17,80 persen secara tahunan.
“Termasuk transaksi QRIS yang tumbuh tinggi, yaitu 147,65 persen year on year. Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS,” jelasnya pada Rabu (22/10/2025). Dari segi infrastruktur, volume transaksi retail yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.223,8 juta transaksi, dengan pertumbuhan sebesar 32,34 persen year on year.
Nilai transaksi ini mencapai Rp 3.024,1 triliun pada kuartal III 2025. Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui sistem BI-RTGS tercatat sebanyak 2,76 juta transaksi, dengan nilai mencapai Rp 56.422,9 triliun pada kuartal yang sama.
Di sisi lain, pengelolaan uang rupiah menunjukkan pertumbuhan, di mana uang kartal yang diedarkan (UYD) meningkat 13,49 persen menjadi Rp 1.200,05 triliun pada kuartal III 2025.
QRIS telah mencatat 50 juta pengguna, mengungguli penggunaan kartu kredit

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan melebihi jumlah pengguna kartu kredit.
"(Pengguna) QRIS itu terus meningkat dan jumlah penggunanya di Indonesia sudah lebih dari 50 juta. Jadi, ini sudah lebih tinggi dari pengguna credit card (kartu kredit)," ujar Airlangga dalam acara New Economic Order Indonesia's Largest Investment Forum yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Di sisi lain, para penyedia layanan pembayaran elektronik lainnya atau provider e-payment mulai merasakan kekhawatiran terkait dengan pertumbuhan pengguna QRIS yang pesat. Hal ini juga diperparah dengan implementasi QRIS yang semakin cepat di berbagai negara, mulai dari kawasan ASEAN hingga negara-negara lainnya. Dengan tren ini, para penyedia layanan pembayaran harus memikirkan strategi baru untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Sudah dapat digunakan di luar negeri
Saat ini, metode pembayaran QRIS telah diperkenalkan dan dapat digunakan di berbagai negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan.
Menurut Airlangga, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas penggunaan QRIS hingga ke Uni Emirat Arab.
"Kita sedang mendorong untuk di Uni Emirat Arab. Kalau ini kita bisa lakukan, maka kita tidak menggunakan currency lain untuk transaksi di luar negeri. Nah, ini sangat membantu untuk menjaga stabilitas rupiah kita," ujar Airlangga Hartarto.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)




















