Diaspora Venezuela di Berbagai Negara Rayakan Lengsernya Maduro: Kami Bebas

4 Januari 2026 10:42 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diaspora Venezuela di Berbagai Negara Rayakan Lengsernya Maduro: Kami Bebas
Warga Venezuela di berbagai negara merayakan lengsernya Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu waktu setempat.
kumparanNEWS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: REUTERS/Manaure Quintero
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto: REUTERS/Manaure Quintero
Warga Venezuela di berbagai negara merayakan lengsernya Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) waktu setempat. Perayaan itu terjadi di sejumlah kota dunia, menyusul berakhirnya pemerintahan Maduro yang selama bertahun-tahun memicu salah satu migrasi terbesar di dunia dalam sejarah modern.
Dilansir Reuters, Minggu (4/1), sorak-sorai merayakan penangkapan Maduro terdengar di jalan-jalan ibu kota di Amerika Latin hingga Spanyol. Di sejumlah titik, warga Venezuela berkumpul untuk meluapkan kegembiraan sekaligus bertanya-tanya tentang masa depan negara mereka.
"Kami bebas. Kami semua bahagia karena kediktatoran telah jatuh dan kami memiliki negara yang bebas," kata Khaty Yanez, warga Venezuela di Santiago, Chile, yang telah tujuh tahun tinggal di negara tersebut.
Kegembiraan serupa diungkapkan sesama perantau Venezuela di negara lain seperti Kolombia.
"Kebahagiaan saya terlalu besar. Setelah bertahun-tahun, setelah begitu banyak perjuangan dan kerja keras, hari ini adalah harinya. Hari ini adalah hari kebebasan," ujar Jose Gregorio.
Warga Venezuela yang tinggal di Kolombia berkumpul untuk merayakan setalah AS Presiden menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya di Cucuta, Kolombia, Sabtu (3/1/2026). Foto: Luisa Gonzalez/REUTERS
Sejak 2014, sekitar 7,7 juta warga Venezuela, atau sekitar 20% dari total populasi, meninggalkan negara itu karena tak mampu memenuhi kebutuhan pangan atau mencari peluang hidup yang lebih baik di luar negeri. Data tersebut disampaikan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di bawah PBB.
Kolombia menjadi negara tujuan utama diaspora Venezuela dengan menampung sekitar 2,8 juta orang, disusul Peru dengan 1,7 juta warga Venezuela. Data itu dihimpun oleh platform R4V, jaringan LSM regional yang membantu migran dan pengungsi Venezuela di bawah koordinasi badan migrasi PBB.
Di Lima, ibu kota Peru, puluhan warga Venezuela berkumpul, sebagian menyelimuti diri dengan bendera nasional, untuk menandai tumbangnya Maduro.
Seorang migran Venezuela, Milagros Ortega, yang orang tuanya masih tinggal di Venezuela, berharap dapat segera pulang.
"Mengetahui ayah saya masih hidup untuk menyaksikan kejatuhan Nicolas Maduro sangat mengharukan. Saya ingin melihat ekspresi wajahnya," katanya.
Warga Venezuela yang tinggal di Kolombia berkumpul untuk merayakan setalah AS Presiden menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya di di Kota New York, Amerika Serikat, Sabtu (3/1/2026). Foto: Eduardo Munoz/REUTERS
Presiden Peru Jose Jeri menyatakan melalui platform X bahwa pemerintahannya akan memfasilitasi kepulangan warga Venezuela secara segera, tanpa memandang status imigrasi mereka.
Sementara itu, di Quito, Ekuador, Cynthia Diaz yang ikut dalam aksi kecil perayaan mengatakan, โ€œBagi kami yang hidup di pengasingan, ini adalah kebahagiaan yang luar biasa. Cepat atau lambat, warga Venezuela akan kembali ke Venezuela, ke Venezuela yang bebas, ke Venezuela yang menjadi tanah kejayaan," terangnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Presiden AS Donald Trump menyebut langkah ini sebagai upaya penegakan hukum terkait dugaan kejahatan narkoba.
Trump mengatakan AS kini menempatkan Venezuela di bawah kendali sementaranya, setelah Maduro ditangkap dan diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.
Trending Now