Trump Mau Kerahkan Perusahaan AS untuk Perbaiki Industri Minyak Venezuela
4 Januari 2026 10:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
Trump Mau Kerahkan Perusahaan AS untuk Perbaiki Industri Minyak Venezuela
Trump bakal kerahkan perusahaan-perusahaan AS untuk kelola industri minyak Venezuela.kumparanBISNIS


Dikutip dari BBC, Minggu (4/1), Trump mengatakan rencana perbaikan muncul karena industri minyak Venezuela telah mengalami kegagalan total dalam waktu yang sangat lama.
“Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, masuk ke sana, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara itu,” kata Trump dalam konferensi pers.
Berdasarkan data dari US Energy Information Administration (EIA), Venezuela memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak mentah, atau sekitar 20 persen dari sumber daya minyak dunia.
Dalam pengelolaan dan perbaikan industri minyak Venezuela tersebut, Trump mengeklaim sudah menyiapkan suatu hal yang disebutnya sebagai ‘sekelompok orang’. Meski demikian, ia tak memberikan detail informasi mengenai hal tersebut.
“Kami akan mengelolanya dengan sebuah kelompok, dan kami akan memastikan semuanya dijalankan dengan benar,” kata Trump.
Ketika ditanya apakah ada unsur atau keterlibatan Venezuela dalam kelompok tersebut nantinya, Trump menjawab bahwa Menteri Luar Negeri Venezuela, Marco Rubio, telah berbicara dengan Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez.
Menurut klaim Trump, Rodríguez sudah menyatakan kesediaannya untuk melakukan apa pun yang diminta AS. Meski demikian, sebelumnya usai penangkapan Maduro, Rodríguez menyebut Maduro sebagai satu-satunya presiden Venezuela dan menyatakan bahwa pemerintah Venezuela siap mempertahankan diri.
Sebelumnya, serangan AS ke Venezuela memang diperkirakan berimbas pada harga minyak mentah dunia. Apalagi, Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar.
Berdasarkan sumber dari Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA), produksi dan penyulingan minyak milik Venezuela beroperasi normal pada hari Sabtu (3/1) dan tidak mengalami kerusakan.
Pelabuhan La Guaira di dekat Caracas yang menjadi target serangan AS memang mengalami kerusakan parah namun pelabuhan tersebut tak digunakan untuk ekspor minyak.
