Iran Kecam Trump: Sang Penjudi Mulai Perang Ini, Tapi Kami yang Akan Akhiri!
23 Juni 2025 14:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
Iran Kecam Trump: Sang Penjudi Mulai Perang Ini, Tapi Kami yang Akan Akhiri!
Iran melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyusul serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada akhir pekan lalu.kumparanNEWS


Iran melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, buntut serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada Minggu (22/6).
Dalam pernyataan terbuka pada Senin (23/6), juru bicara markas besar militer pusat Iran Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, menyebut Trump sebagai “penjudi” dan menegaskan negaranya akan menjadi pihak yang mengakhiri konflik.
“Tuan Trump, sang penjudi, Anda mungkin memulai perang ini, tetapi kamilah yang akan mengakhirinya,” ujar Zolfaqari dalam bahasa Inggris melalui sebuah video yang dirilis militer Iran, mengutip Reuters.
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat tajam setelah AS meluncurkan lebih dari 75 amunisi berpemandu presisi—termasuk bom penghancur bunker dan puluhan rudal Tomahawk—yang menghantam tiga lokasi nuklir Iran.
Presiden Trump mengeklaim serangan tersebut menghancurkan seluruh fasilitas yang menjadi target, dengan menyebut kerusakan “monumental” dalam unggahannya di Truth Social.
“Kerusakan terbesar terjadi jauh di bawah permukaan tanah. Tepat sasaran!!!” tulisnya.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen soal tingkat kerusakan di situs Fordow.
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan belum ada indikasi peningkatan radiasi di luar lokasi.
Menurut Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, masih terlalu dini untuk menilai dampak sesungguhnya di bawah tanah.
Sumber senior Iran, lapor Reuters, menjelaskan sebagian besar cadangan uranium yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi telah dipindahkan dari Fordow sebelum serangan, namun klaim itu belum bisa diverifikasi secara independen.
Setelah serangan AS, Iran menembakkan serangkaian rudal ke wilayah Israel yang melukai sejumlah orang dan merusak beberapa bangunan di Tel Aviv.
Meski begitu, Teheran belum balas menyerang pangkalan militer AS atau mengganggu pengiriman minyak global melalui Selat Hormuz.
Jika jalur pelayaran terganggu, dampaknya akan terasa global. Sekitar 20 persen minyak dunia melewati selat sempit tersebut.
Intervensi militer di sana juga berisiko memicu konfrontasi langsung dengan Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain.
Pasar energi global sudah mulai merespons. Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah Iran “harus berdamai sekarang,” dan mengancam jika terjadi pembalasan lebih lanjut, serangan AS berikutnya “akan jauh lebih besar dan lebih mudah dilakukan.”
