Jejak Kepemimpinan ‘Tangan Besi’ Maduro Lebih dari Satu Dekade di Venezuela
4 Januari 2026 10:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
Jejak Kepemimpinan ‘Tangan Besi’ Maduro Lebih dari Satu Dekade di Venezuela
Presiden Maduro memimpin Venezuela dengan gaya ‘tangan besi’ selama lebih dari satu dekade sejak pertama berkuasa pada 2013.kumparanNEWS


Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Tak hanya itu, pasukan elite AS, Delta Force, juga menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya pada Sabtu (3/1).
Dilansir AFP, Maduro memimpin Venezuela dengan gaya ‘tangan besi’ selama lebih dari satu dekade sejak pertama berkuasa pada 2013. Di bawah pemerintahannya, negara itu mengalami krisis, mulai dari penindasan politik hingga kehancuran ekonomi.
Selama masa kekuasaannya, sekitar tujuh juta warga Venezuela bermigrasi ke luar negeri di tengah tudingan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, hingga hilangnya kebebasan berpendapat.
Ekonomi Venezuela juga runtuh dengan empat tahun berturut-turut hiperinflasi dan penurunan PDB hingga 80 persen dalam satu dekade.
Penindasan terhadap oposisi kembali mencuat usai Maduro mengeklaim kemenangan dalam pemilu Juli 2024. Dalam penumpasan aksi protes pasca-pemilu tersebut, lebih dari 2.400 orang ditangkap, 28 orang tewas, dan sekitar 200 lainnya terluka.
Kekerasan ini mengulang pola represif serupa yang sebelumnya terjadi pada beberapa tahun ke belakang, yakni 2014, 2017, dan 2019.
Maduro terpilih kembali pada 2018 dan kembali mengeklaim kemenangan pada 2024 dalam pemilu yang secara luas dinilai curang oleh komunitas internasional.
Ia sempat dilantik untuk masa jabatan ketiga pada Januari 2025, yang seharusnya membuatnya berkuasa hingga 18 tahun. Artinya melampaui masa kepemimpinan sebelumnya, Hugo Chavez, selama 14 tahun.
Sepanjang berkuasa, Maduro bertahan dengan dukungan militer dan aparat keamanan, serta sekutu internasional seperti China, Kuba, dan Rusia, sambil membungkus kepemimpinannya dengan citra damai lewat slogan
“Tidak ada perang, ya untuk perdamaian!”, yang kontras dengan praktik represif di negara tersebut.
Trump Tegaskan AS Akan Ambil Alih Venezuela
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa negaranya akan mengambil alih pengelolaan Venezuela usai penangkapan Maduro.
Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjalankan Venezuela untuk sementara waktu demi memastikan proses transisi berjalan aman dan terkendali.
"Kita akan menjalankan negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Jadi kita tidak ingin terlibat dengan orang lain yang masuk dan kita memiliki situasi yang sama seperti yang kita alami selama bertahun-tahun terakhir," ujar Trump dalam konferensi persnya, Minggu (4/1).
"Jadi kita akan menjalankan negara ini sampai kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Dan itu harus bijaksana karena itulah tujuan kita," tandasnya.
