Jubir Kemlu Ungkap 2 Makna Penting Kehadiran Prabowo di Sidang Umum ke-80 PBB

23 September 2025 9:32 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jubir Kemlu Ungkap 2 Makna Penting Kehadiran Prabowo di Sidang Umum ke-80 PBB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela mengungkapkan dua makna penting kehadiran Prabowo di Sidang Umum PBB.
kumparanNEWS
Presiden Prabowo Subianto berpidato di KTT Two State Solution di markas PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (23/9) waktu setempat. Foto: Angela Weiss/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto berpidato di KTT Two State Solution di markas PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (23/9) waktu setempat. Foto: Angela Weiss/AFP
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela menjelaskan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum ke-80 PBB memiliki dua makna penting.
"Yang pertama adalah untuk menegaskan suara Indonesia sebagai Global South dan dalam memajukan isu-isu nasional di dalam konteks pembangunan berkelanjutan," kata Nabyl di Markas Besar PBB, Senin (22/9) waktu setempat.
Selain itu, Nabyl mengatakan Prabowo juga memanfaatkan forum ini untuk melakukan berbagai pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain.
"Kemudian Presiden RI juga akan melakukan berbagai pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan Sidang Majelis Umum PBB tahun ini," ujarnya.
Sidang Umum PBB tahun ini dipimpin oleh mantan Menlu Jerman, Annalena Baebock. Nabyl menyebut, sidang umum kali ini menjadi momentum penting untuk membahas sejumlah agenda.
"Termasuk untuk membuat PBB menjadi organisasi yang lebih relevan dengan tantangan-tantangan di masa ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara (KTT Two State Solution) di Markas Besar PBB, New York, Senin (22/9) waktu setempat.
Prabowo mendapat urutan ke-5 sebagai kepala negara yang menyampaikan pernyataan dalam forum tersebut, setelah Yordania, Turki, Brasil, dan Portugal.
Trending Now