Terra Drone Pusat Buka Suara terkait Kebakaran yang Tewaskan 22 Karyawan
10 Desember 2025 1:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Terra Drone Pusat Buka Suara terkait Kebakaran yang Tewaskan 22 Karyawan
Terra Drone Co meminta maaf terkait kebakaran yang menewaskan 22 karyawannya itu.kumparanNEWS


Gedung perusahaan penyedia produk dan layanan drone, Terra Drone Indonesia (TDID), di Kemayoran, Jakarta Pusat, terbakar pada Selasa (9/12) siang. Kantor pusat Terra Drone yang berlokasi di Jepang meminta maaf terkait insiden yang menewaskan 22 karyawan itu.
Dikutip dari Reuters, Terra Drone Corporation dalam pernyataannya "meminta maaf atas tekanan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada masyarakat lokal dan pelanggan" serta menambahkan bahwa mereka sedang menyelidiki dampak kebakaran tersebut terhadap bisnisnya.
Terra Drone Corporation didirikan di Jepang pada Februari 2016 oleh Toru Tokushige. Perusahaan ini didirikan dengan misi untuk mengembangkan dunia dari udara (Unlock 'X' Dimensions) dan menjadi pemimpin global dalam solusi drone dan Advanced Air Mobility (AAM).
Perusahaan ini telah diakui secara global, bahkan dinobatkan oleh Drone Industry Insight sebagai salah satu penyedia layanan drone industri terbaik di dunia selama beberapa tahun berturut-turut.
Sementara itu pada tahun 2019, PT Aero Geosurvey Indonesia mendapat pendanaan dari Terra Drone Corporation (Jepang) dan secara resmi mengubah nama menjadi PT Terra Drone Indonesia (TDID). Ini menjadikannya anak perusahaan (entitas grup) dari Terra Drone Corporation yang berbasis di Jepang.
Kebakaran karena Baterai Drone Meledak
Sebelumnya, gedung Terra Drone Indonesia yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta, terbakar diduga akibat ledakan baterai drone yang berada di lantai 1.
Kebakaran terjadi saat waktu istirahat makan siang, sebagian karyawan berada di luar gedung, tapi juga banyak yang memilih menghabiskan waktu di dalam gedung.
Api awalnya dipadamkan dengan menggunakan APAR namun tidak berhasil. Kebakaran membesar sehingga membuat banyak karyawan terjebak asap yang membubung. Diduga mereka meninggal dunia karena kehabisan oksigen.
โAda 22 orang meninggal dunia. 15 wanita dan 7 orang laki-laki. Seluruhnya adalah karyawan Terra Drone,โ ujar Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, di lokasi kejadian, Selasa (9/12).
Adapun 19 orang berhasil diselamatkan dari dalam gedung saat kebakaran terjadi.
Korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran itu. Termasuk dugaan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
