AS sudah diingatkan soal 'pembom'

Ayah pria Nigeria yang didakwa mencoba membom pesawat lintas Atlantik telah menyuarakan kekhawatiran kepada pejabat Amerika soal pandangan putranya.
Si ayah, salah seorang bankir terkemuka di Nigeria, memperingatkan pihak berwenang bulan lalu soal pandangan-pandangan ekstrim Umar Farouk Abdulmutallab, 23 tahun, kata para pejabat.
Sumber-sumber Amerika mengukuhkan ada berkas dibuka, namun informasi tersebut tidak memunculkan alasan untuk menempatkan si tertuduh dalam daftar "cekal terbang".
Bandara di seluruh dunia memperketat pengamanan setelah serangan yang dituduhkan terhadap Umar Farouk Abdulmutallab tersebut.
Abdulmutallab resmi didakwa oleh hakim federal Amerika Serikat di salah satu rumah sakit di Michigan tempat dia dirawat atas luka bakar setelah dilaporkan mencoba meledakkan suatu alat.
'Dijahit di celana dalam'
Terdakwa dilaporkan tersenyum ketika petugas federal Amerika membawa masuk dia dengan kursi roda ke ruangan tempat dia didakwa. Dia tampak mengenakan baju pasien rumah sakit warna hijau dan selimut menutupi pangkuannya.
Bahan peledak berkekuatan tinggi diyakini dicetak agar menyerupai bentuk tubuhnya dan kemudian dijahitkan ke celana dalamnya.
Dia tidak lama kemudian dibekuk oleh sesama penumpang dan awak di atas pesawat Northwest Airlines Penerbangan 253, beberapa menit sebelum akan mendarat di bandara Detroit, AS dari ibukota Belanda, Amsterdam.
Tersangka didakwa menempatkan alat perusak di pesawat Airbus 330, yang mengangkut 289 penumpang dan awak, dan berusaha menghancurkan pesawat jet tersebut.
Ayahnya, Alhaji Umaru Mutallab, adalah bankir terkemuka yang memiliki koneksi bagus dengan dunia politik Nigeria, lapor wartawan BBC Caroline Duffield dari Lagos.
Dalam beberapa bulan terakhir, Muttalab dilaporkan sangat khawatir dengan pandangan-pandangan politik putranya, yang bekas mahasiswa teknik di University College London, Inggris.
Dia mengontak kedutaan besar Amerika di Abuja bulan November untuk menyampaikan kekhawatiran soal putranya, kata para pejabat Amerika.
Bagaimana tertuduh, yang memiliki visa perjalanan Amerika yang syah, naik ke penerbangan di Lagos ke Amsterdam, meski masuk dalam database orang-orang yang merisaukan pihak berwenang menjadi pertanyaan kunci, kata wartawan kami.
Langkah anti-terorisme di bandara Nigeria serampangan dan korupsi di kalangan polisi, beacukai dan aparat keamanan mewabah, tambah wartawan kami.
Beberapa pejabat di Washington, yang berbicara dengan syarat jatidiri mereka tidak dipublikasikan, mengatakan kepada kalangan kantor berita bahwa nama Abdulmutallab telah dimasukkan ke dalam daftar pengawasan keamanan lebih dari setengah juta orang. Database tersebut dikenal sebagai Terrorist Identities Datamart Environment (Tide).
Namun, tampaknya tidak cukup informasi untuk memasukkan namanya ke dalam daftar yang lebih kecil, yaitu Terrorist Screening Data Base, yang mencakup pencekalan dari penerbangan.
Anggota keluarga Abdulmutallab dipastikan menuju ibukota Nigeria, Abuja, hari Minggu untuk bertemu polisi dan pejabat pemerintah.
Abdulmutallab dituduh untuk meledakkan peralatan dengan bantuan alat suntik, namun alat tersebut gagal meledak.





























