AS akan protes soal Google ke Cina

Google
Keterangan gambar, Google menguasai sepertiga pasar mesin pencari internet di Cina

Departemen luar negeri Amerika Serikat mengatakan akan mengajukan protes resmi terhadap Cina menyangkut tuduhan serangan dunia maya pada mesin pencari Google.

Seorang juru bicara deplu AS mengatakan negaranya akan menuntut penjelasan dari Cina dalam beberapa hari ini.

Google sebelumnya mengancam untuk keluar dari Cina karena tindakan yang disebutnya serangan para hackers dan sensor; sementara Beijing berupaya mengecilkan ancaman ini.

Perusahaan pencari internet besar Amerika lainnya, Yahoo, juga dilaporkan menjadi sasaran para hacker Cina.

"Kami akan mengeluarkan protes resmi kepada pemerintah Cina di Beijing atas masalah ini," ujar juru bicara deplu AS PJ Crowley.

"Protes itu akan berisi keprihatinan kami atas insiden ini dan meminta informasi serta penjelasan dari Cina mengapa hal itu terjadi dan langkah yang akan mereka lakukan."

Muncul laporan media bahwa Yahoo sudah sadar menjadi sasaran serangan para hacker Cina sebelum Google mengeluarkan kekhawatirannya secara terbuka.

Akan tetapi, Yahoo belum mengeluarkan konfirmasi resmi atas pemberitaan itu.

Menanggapi kekhawatiran Google ini Cina mengatakan perusahaan-perusahaan internet asing dipersilahkan melakukan bisnis di wilyahnya "sesuai dengan hukum yang berlaku".

Google sebelumnya mengatakan serangan dunia maya dari Cina ini diarahkan kepada para pegiat hak asasi manusia, dan sensor internet yang semakin ketat bisa memaksa perusahaan itu menutup operasinya di Cina.

Jiang Yu, juru bicara departemen luar negeri Cina, berkeras bahwa internet di negaranya 'terbuka'.

Pada hari Selasa (12/01) mengumumkan tidak lagi bersedia mensensor mesin pencari versi Cina - google.cn.

Perusahaan ini mengatakan akan melakukan perundingan dengan pemerintah Cina untuk membahas sistem pencari tanpa pembatas yang sejalan dengan hukum di negara itu.

Saat Google meluncurkan google.cn tahun 2006, perusahaan ini sepakat untuk mensensor sejumlah hasil pencarian - seperti aksi protes di Lapangan Tiananmen tahun 1989, kemerdekaan Tibet atau Falun Gong - sesuai dengan persyaratan dari pemerintah Cina.

Saat ini perusahaan pencari tersebut menguasasi sepertiga pasar pencari internet, di belakang saingannya Baidu yang menguasai lebih dari 60%.

Cina memiliki pengguna internet terbesar dibanding negara lain, sekitar 350 juta orang, dan merupakan pasar menguntungkan bagi perusahaan mesin pencari internet yang diperkirakan bernilai US$1 miliar tahun lalu.

Direktur Utama Microsoft mengatakan perusahaan itu tidak berniat keluar dari Cina dan mengecilkan kekhawatiran Google tersebut.

"Saya tidak mengerti bagaimana hal itu bisa menghasilkan satu langkah positif. Saya tidak melihat langkah itu membantu kami ataupun Cina," ujar Steve Ballmer.

"Ini adalah serangan yang setiap hari terjadi. Menurut saya tidak ada yang luar biasa," tambahnya.