AS tanggapi bin Laden

Osama bin Laden
Keterangan gambar, Osama bin Laden mengancam lagi Amerika Serikat dan sekutunya

Amerika Serkat menyatakan rekaman yang disebut berasal dari pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden hanya mengulang "pembenaran palsu pembunuhan massal orang-orang tak bersalah".

Penasihat Gedung Putih David Axelrod mengatakan kepada televisi CNN Amerika Serikat belum dapat mengukuhkan keaslian rekaman suara itu.

"Namun diasumsikan rekaman ini dari dia, pesannya berisi pembenaran palsu untuk pembunuhan massal orang-orang tak bersalah yang telah kita dengarkan sebelumnya," katanya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Israel Andy David mengatakan kepada kantor berita Associated Press, "Tidak ada hal yang baru. Dia sudah pernah mengatakan hal tersebut sebelumnya. Teroris selalu mencari alasan-alasan yang absurd guna menjelaskan tindakan mereka."

Dan di London Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengatakan, dia perlu mempelajari pesan itu.

Namun dia menunjukkan pentingnya rencana Detroit sebagai "serangan terhadap Barat bukan di Timur Tengah".

Namun kepala pemonitor Al-Qaida di PBB mengatakan kepada BBC yakin bahwa rekaman itu asli.

Richard Barrett mengatakan, "Terdapat rekaman sebelumnya yang dapat dibandingkan dan saya kira ini benar-benar mirip berdasarkan analisis suara apakah berasal dari Osama bin Laden atau tidak."

Rekaman suara itu memperingatkan Presiden Barack Obama akan ada serangan lagi jika Amerika Serikat terus mendukung Israel.

Dalam rekaman yang disiarkan televisi Al-Jazeera, suara itu mengatakan, Amerika Serikat tidak akan hidup dalam damai sampai "perdamaian di Palestina".

Pesan itu juga mengklaim bahwa Al-Qaida berada di belakang upaya meledakkan pesawat penumpang yang menuju ke Amerika Serikat 25 Desember lalu.

Seorang pria Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab telah dikenai dakwaan berusaha meledakkan pesawat Delta Airlines ketika mendekati Detroit dalam perjalanan dari Amsterdam.