Permohonan Anwar ditolak

Satu pengadilan Malaysia menolak permohonan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim untuk mendapat akses atas bukti-bukti pengadilan kasus sodomi yang menyangkut dirinya.
Anwar menuduh pemerintah ikut campur dalam kasus itu dan mencoba mempercepat proses pelimpahan kasus ke pengadilan.
Mantan wakil perdana menteri Malaysia itu didakwa melakukan sodomi, tindakan ilegal di Malaysia, pada tahun 2008.
Dia menyangkal tuduhan itu dan menuding kasus tersebut bermotif politik.
Bila dinyatakan bersalah, Anwar Ibrahim terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.
Anwar mendekam di penjara selama enam tahun akibat kasus sodomi lain pada tahun 1990-an, tetapi dia kemudian dibebaskan lewat putusan banding.
Pada hari Jumat (29/01) Pengadilan Federal mengukuhkan putusan pengadilan yang lebih rendah bahwa Anwar tidak boleh mendapat akses untuk melihat bukti-bukti yang berada di tangan tim jaksa penuntut.
"Pengadilan memutus bahwa bukti-bukti yang kami minta tidak masuk dalam kategori 'diperlukan dan diinginkan' dan menolak permohonan kami," ungkap pengacara Anwar Ibrahim, Sankara Nair, kepada kantor berita AFP.
'Putusan bersalah'
Anwar mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia "terkejut dengan kekebalan hukum [pemerintah] untuk melanjutkan kasus seperti ini walaupun banyak bukti-bukti kuat yang berlawanan."
Dia menyatakan yakin Perdana Menteri Najib Abdul Razak "terlibat cukup langsung" dalam proses hukum itu, sehingga dia "tidak terlalu yakin terhadap sistem peradilan".
Anwar mengatakan pengadilan "tampaknya ingin mempercepat" proses persidangan terhadapnya dan bahwa "majikan politik mereka ingin putusan bersalah dengan cepat".
Pengadilan atas Anwar Ibrahim dijadwalkan dimulai pada hari Selasa, tetapi Sankara mengatakan dia akan meminta agar sidang ditunda sampai ada putusan pengadilan terpisah mengenai apakah kasus ini layak masuk ke pengadilan.
Anwar ditahan oleh polisi bersenjata dalam sebuah penyergapan dramatis bulan Agustus 2008, setelah seorang laki-laki berusia 23 tahun yang pernah bekerja di kantornya mengatakan dia pernah melakukan hubungan seksual dengan Anwar.
Anwar menuding orang itu berbohong dan bahwa bukti-bukti dipalsukan.
Dia mengatakan dakwaan itu merupakan bagian dari konspirasi pemerintah untuk menggoyahkan koalisi oposisi Pakatan Rakyat yang dia pimpin, setelah koalisi oposisi mencuri banyak kursi dalam pemilihan umum tahun 2008.
Para pejabat pemerintah pimpinan UMNO menyangkal kasus ini adalah sebuah konspirasi.





























