Nuklir Iran bikin gerah

Pembangkit Nuklir Iran
Keterangan gambar, Iran bersikukuh program nuklirnya untuk tujuan damai

Dunia internasional gerah setelah laporan badan nuklir PBB, IAEA, menyatakan kekhawatiran mereka bahwa Iran kemungkinan sedang berusaha membuat bom nuklir.

Jerman menyebut laporan tersebut membenarkan kekhawatiran mereka. Sementara itu Amerika Serikat memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi tindakannya apabila tidak memenuhi tanggungjawabnya kepada masyarakat internasional.

Moskow mengatakan Iran harus bekerjasama dengan IAEA untuk meyakinkan dunia bahwa program nuklir mereka bertujuan damai.

Pemimpin tertinggi Iran menyebut tuduhan itu tidak berdasar.

Ayatullah Ali Khamenei mengatakan: ''Keyakinan keagamaan kami melarang penggunaan senjata seperti itu.... Kami tidak boleh menggunakannya dan tidak sedang berusaha membuatnya.''

Iran selalu bersikukuh bahwa program nuklir mereka untuk tujuan damai.

Amerika dan negara-negara Barat khawatir Iran sedang melakukan pengayaan Uranium untuk senjata nuklir mereka.

Iran tidak menolong situasi dengan untuk pertama kalinya melakukan uji coba senjata canggih buatannya sendiri. Misil perusak itu konon dilengkapi dengan radar canggih anti rudal kapal maupun rudal darat ke udara serta torpedo.

Berbagai laporan menyebut misil perusak seberat 1.500 ton yang diberi nama Jamaran akan diarahkan ke Teluk.

Menolak kerjasama

Menurut laporan IAEA yang di luar kebiasaan memuat pernyataan yang sangat tegas, tingkat kerjasama Iran dengan badan nuklir PBB itu menurun tajam.

Missile Iran
Keterangan gambar, Iran telah mampu memproduksi misilnya sendiri

Jerman mengatakan kegagalan Iran untuk tunduk pada PBB dalam persoalan program nuklir mereka ini membuat masyarakat internasional terpaksa menambah sanksi mereka.

''Kekeraskepalaan untuk mengabaikan resolusi PBB dan pelaksanaan program nuklir yang berbahaya memaksa masyarakat internasional memperlebar sanksi mereka,'' kata juru bicara pemerintah Jerman.

Pejabat Amerika walau berbagai laporan menunjukkan Iran mengalami kesulitan teknis, namun kerjasamanya dengan IAEA terus menurun.

Pejabat senior di Washington mengatakan pola tingkah laku Iran sangat mengkhawatirkan.

Dikatakan pernyataan Iran bahwa program nuklir mereka untuk tujuan damai semakin diragukan, dan semakin jelas bahwa negara itu sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir.

Amerika menginginkan Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi tambahan untuk Iran.

''Kami selalu mengatakan kalau Iran tidak memenuhi kewajiban internasionalnya akan ada konsekuensi bagi mereka,'' kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs.

Menurut kantor berita Iran, Irna, jawaban Teheran terhadap laporan IAEA adalah bahwa aktivitas nuklir mereka tetap untuk tujuan damai dan tidak melenceng menjadi tujuan militer.

Direktur baru

Laporan badan nuklir PBB akan dibicarakan dalam pertemuan dewan yang dihadiri 35 anggotanya pada tanggal 1-5 Maret.

Dokumen ini merupakan yang pertama yang ditulis di bawah direktur jenderal Yukiya Amano.

Berkas itu menyebutkan informasi yang mereka dapat konsisten dan bisa dipercaya dalam hal rincian teknisnya, kerangka waktu kegiatan dan orang-orang yang terlibat .

Laporan itu menyebutkan: ''Kesimpulannya adalah kami mengkhawatirkan mengenai kemungkinan adanya kegiatan Iran di masa lalu maupun sekarang terkait upaya membangun senjata nuklir.''

Penyusun laporan menambahkan bahwa kerjasama dengan penyelidik IAEA sangat penting untuk dilakukan tanpa penundaan lagi agar menghindari kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya dimensi militer dalam program nuklir Iran.