AS-Rusia tandatangani perjanjian nuklir

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan mitranya dari Rusia Dmitry Medvedev akan menandatangani perjanjian senjata nuklir yang bersejarah di ibu kota Ceko, Praha.
Perjanjian yang disepakati bulan lalu menyebabkan kedua mantan musuh Perang Dingin itu memangkas hulu ledak nuklir menjadi 1.550 buah atau sekitar 30% lebih sedikit dari yang diizinkan.
Selain itu kedua negara membatasi jumlah peluncur nuklir.
Perjanjian itu menggantikan Strategic Arms Reduction Treaty (Start) tahun 1991 yang habis masa berlakunya Desember 2009.
Pembatasan baru itu harus dilaksanakan dalam tempo tujuh tahun.
Setelah disepakati, Presiden Obama memuji perjanjian itu itu sebagai kesepakatan paling lengkap dalam kurun waktu hampir dua dasa warsa.
"Dengan kesepakatan ini, Amerika Serikat dan Rusia yang merupakan dua negara nuklir terbesar di dunia juga mengirimkan pesan jelas bahwa kami berniat untuk memimpin," katanya.
Pertahanan rudal

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Lavrov mengatakan, perjanjian itu menandai "tingkat kepercayaan baru" diantara kedua negara.
Namun pekan ini dia juga memperingatkan bahwa Rusia bisa memilih meninggalkan perjanjian jika merasa terancam oleh prakarsa pertahanan rudal AS.
Moskow prihatin dengan rencana perisai rudal Washington yang tertunda karena kesepakatan sekarang.
Presiden Barack Obama menghentikan rencana sebelumnya untuk membuat perisai rudal yang berpangkalan di Polandia dan Republik Ceko yang membuat marah Rusia.
Lavrov mengatakan rencana Washington sekarang yang memasukkan pencegat rudal di Romania tampaknya bisa diterima Moskow.
Wartawan menyebutkan, perjanjian ini merupakan langkah pertama agenda pengendalian senjata dari Presiden Obama yang ambisius.
Dalam pidato penting di Praha April lalu, dia memaparkan visinya menuju dunia bebas senjata nuklir.
Analis proliferasi nuklir AS Joseph Cirincione mengatakan perjanjian sekarang juga mengisyaratkan perbaikan besar dalam hubungan antar dua negara adidaya.
"Perjanjian ini merupakan penataan lagi hubungan hubungan AS-Rusia yang berada pada tingkat Perang Dingin 18 bulan lalu setelah perang Georgia,"katanya.





























