Cina kenang korban gempa

Cina mengadakan hari berkabung nasional bagi para korban gempa dahsyat di Provinsi Qinghai.

Bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh Cina dan acara hiburan dibatasi sebagai tanda hormat, satu pekan setelah gempa mengguncang.

Jumlah resmi korban tewas kini mencapai 2.039 orang.

Puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal akibat gempa, namun pasok bantuan kini mengalir ke kawasan yang paling menderita akibat gempa, kota kecil Jiegu.

Sebanyak 195 orang masih hilang setelah gempa berkekuatan 6,9 pada skala Richter. Sebanyak 12.135 terluka, lapor kantor berita resmi Cina, Xinhua.

Tim penolong masih melakukan penggalian di puing-puing bangunan di dan sekitar Jiegu di Kabupaten Yushu.

Harapan untuk bisa menemukan korban hidup kembali menguat setelah hari Senin tiga orang diselamatkan dari puing-puing bangunan hampir satu pekan setelah gempa.

Seorang bocah perempuan usia empat tahun dan seorang wanita tua diselamatkan dari sebuah rumah di dekat Jiegu dan pada hari yang sama, seorang wanita berusia 30-an kemudian juga ditarik dalam keadaan hidup dari rumahnya.

Sekolah buka

Puluhan ribu warga kini tinggal di penampungan sementara atau tenda di tengah suhu malam yang sangat dingin.

Para pejabat memperingatkan bahwa suhu di dataran tinggi Himalaya diperkirakan akan terus merosot.

Sebagian sekolah sudah dibuka lagi, meski di tempat-tempat bangunan sekolah ambruk, pelajaran berlangsung di tenda-tenda.

Danzeng Jiangcuo, seorang guru SD di sana, mengatakan murid mendapat bantuan psikologi di samping pelajaran biasa.

Sekitar 97% penduduk Yushu adalah etnis Tibet, dan ada laporan bahwa hambatan bahasa memperlambat operasi bantuan.

Presiden Cina Hu Jintao, yang mengunjungi Jiegu akhir pekan, menjanjikan upaya habis-habisan untuk membangun kembali kawasan bencana.