Korban gempa Cina dikremasi

Sekitar 700 korban tewas dalam gempa bumi kuat di Cina barat daya dikremasi di luar kota Jiegu yang paling parah terkena dampaknya.
Setelah didoakan oleh sejumlah biksu Buddha, mayat korban diletakkan di lubang dan dibakar.
Jumlah korban yang dipastikan tewas di propinsi Qinghai kini mencapai 1.144.
Juru bicara tim penyelamat mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa 417 orang masih dinyatakan hilang sementara 11.744 luka-luka.
Tibet memiliki tradisi pemakaman langit, dimana mayat dipotong-potong dan diletakkan di atas panggung untuk dimakan oleh burung pemakan bangkai.
Ribuan kehilangan rumah
Namun pihak aparat memutuskan untuk membakar mayat karena khawatir akan penyebaran kuman penyakit.
"Burung pemaian bangkai juga tidak akan bisa mengkonsumsi semua mayat itu," ujar seorang warga setempat.
Biksu setempat membangun tumpukan kayu untuk pembakaran di dekat kota Jiegu.
Setelah gempa bencana gempat ini banyak warga di kota yang sebagian besar penduduknya adalah orang Tibet datang ke para biksu dan tradisi mereka untuk mendapat bantuan bukan memintanya kepada pemerintah pusat yang dikuasai oleh suku Han Cina.

Ribuan orang kini kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harus tidur di udara terbuka dalam suhu yang sangat dingin.
Wartawan BBC di Cina mengatakan upaya bantuan terus dilakukan namun di hari keempat setelah gempa melanda kemungkinan menemukan warga yang masih hidup di bawah reruntuhan rumah di kota Jiegu semakin tipis.
Banyak dari mereka yang selamat harus hidup tanpa tempat tinggal dan makanan yang cukup. Kota ini terletak di pegunungan Qinghai yang berada jauh dari permukaan laut sehingga volume udaranya sangat tipis dan suhu seringkali mencapai di bawah nol pada malam hari.
Pemerintah Cina mengerahkan 10 ribu tentara dan dokter untuk membantu namun skala kerusakan akibat bencana ini sangat besar sehingga mereka pun kewalahan.
Akan tetapi pemerintah Beijing berjanji untuk berbuat yang terbaik untuk membantu korban gempa ini dan membangun kembali kota yang hancur itu.
Perdana Menteri Wen Jiabao berjanji mengupayakan "segala cara" untuk membangun kembali wilayah itu.
Sejumlah alat berat mulai tiba di wilayah pegunungan Himalaya yang terpencil ini pada hari Jumat setelah melakukan perjalanan beratus-ratus kilometer.
Makanan, tenda dan pasok obat pun sudah tiba namun para pekerja bantuan mengatakan pasok lebih banyak harus segera dikirim.
Para pekerja bantuan di Yushu, yang terletak sekitar empat ribu meter di atas permukaan laut menghadapi masalah udara yang membeku.
Sembilan puluh tujuh persen penduduk Yushu adalah suku Tibet dan media pemerintah Cina mengatakan 500 penterjemah telah dikirim untuk membantu para petugas penyelamat.
Gempa bumi yang terjadi hari Rabu (14/04) pagi ini berpusat sekitar 10km dibawah laut dan menghancurkan tiang listrik dan telpon serta menyebabkan longsor sehingga jalan-jalan utama pun tertutup.






























