Indeks saham dunia merosot

Investor di kawasan Asia juga merisaukan dampak krisis Yunani
Keterangan gambar, Investor di kawasan Asia juga merisaukan dampak krisis Yunani

Pasar saham dunia mengalami kemerosotan setelah penanam modal khawatir krisis keuangan Yunani akan menghambat pemulihan ekonomi dunia.

Pasar saham Eropa mengalami penurunan di perdagangan pagi dengan indeks Cac 40 di Prancis turun 1,8% dan Dax di Jerman turun 1,2%.

Nilai poundsterling juga turun tajam terhadap dollar dan ero seiring dengan mulai diketahuinya hasil pemilihan umum Inggris.

Nilai pound jatuh tiga sen atau 2% terhadap dollar.

Sementara terhadap ero nilainya turun sekitar 1,6%.

Asia jatuh

Indeks bursa saham di Asia juga merosot tajam.

Indeks saham JepangNikkei turun 437 poin (4%) sedangkan indeks saham di Australia kehilangan 132 poin (2,8%).

Perkembangan ini berlangsung satu hari setelah pasar Amerika Serikat mengalami hari terburuk mereka sejak 1987. Indeks Dow Jones turun 9% sebelum menguat lagi.

Juga pada hari Kamis, Yunani menyetujui penghematan besar-besaran untuk menanggulangi krisis ekonomi negara tersebut di tengah demonstrasi yang diwarnai tindak kekerasan.

Indeks The Dow Jones menguat lagi dan berakhir dengan penurunan sekitar 3,2% pada hari Kamis.

Pasar di kawasan Amerika Latin juga terpukul.

Indeks di bursa Buenos Aires, Merval Index, paling terpuruk dengan melemah 5,4%.

"Penyebab penurunan hari ini adalah hal yang diketahui semua orang - Yunani," kata Hideaki Higashi dari SMBC Friend Securities yang berpusat di Tokyo kepada kantor berita AFP hari Jumat.

Kemerosotan saham dunia terjadi bahkan setelah parlemen Yunani menyetujui sebuah rencana penghematan sebagai persyaratan pemberian bantuan keuangan internasional.

Para pemimpin politik Eropa bertemu di Brussels untuk membahas bantuan utang senilai $139 milliar untuk Yunani, sementara para menteri ekonomi negara G7 juga akan bertemu untuk membahas krisis ekonomi Yunani dan dampaknya bagi dunia.

Muncul kekhawatiran bahwa krisis di Yunani akan menyebar ke Spanyol dan Portugal.

Baik Spanyol maupun Portugal juga memiliki defisit anggaran yang tinggi dan minggu lalu peringkat kredit mereka diturunkan oleh badan penilai kredit Standard & Poors.