Pengunjuk rasa Thailand akan dikepung

kam pengunjuk rasa

Militer Thailand mengatakan aparat keamanan akan mengepung perkemahan pengunjuk rasa di Bangkok dengan kendaraan lapis baja.

Seorang juru bicara militer mengatakan jalur ke perkemahan akan ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat. Para pengunjuk rasa boleh ke luar dari sana namun tidak diijinkan masuk.

"Pihak berwenang akan menutup semua jalur ke kawasan pengunjuk rasa mulai pukul enam sore hari ini dengan kendaraan lapis baja. Tidak ada yang diijinkan masuk," kata Kolonel Sunsern Kaewkumnerd.

Sementara itu otorita perbubungan mengatakan empat stasiun Skytrain di sekitar perkemahan pengunjuk rasa juga akan ditutup pada pukul 18.00.

Langkah ini ditempuh sehari setelah pemerintah mengumumkan pembatalan rencana untuk memutus saluran air dan listrik ke para pengunjuk rasa.

Kelompok pengunjuk rasa yang mengenakan kaus merah ini sudah menduduki beberapa kawasan penting di ibukota Bangkok sejak 14 Maret.

Mereka menuntut Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum.

Tawaran pemilu batal

Abhisit sempat menawarkan pemilu tanggal 14 November, namun tidak berhasil dicapai kesepakatan karena kedua belah pihak masih berbeda pendapat tentang siapa yang seharusnya bertanggung jawab dalam penanganan pengunjuk rasa tanggal 10 April, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Kepada para wartawan Abhisit menagtakan dia sudah menarik tawaran tersebut.

"Saya membatalkan tanggal pemilihan...karena para pengunjuk rasa menolak untuk membubarkan diri."

"Saya sudah meminta aparat keamanan untuk memulihkan situasi agar kembali normal secepat mungkin," tambahnya.

Beberapa hari lalu, kesepakatan tentang tanggal pemilihan umum tampaknya hampir tercapai, namun pemimpin pengunjuk rasa juga menuntur agar diajukan gugatan hukum atas Wakil Perdana Menteri Suthep Thaugsuban.

Suthep mengawasi operasi untuk membubarkan pengunjuk rasa pada 10 April, yang menyebabkan 25 pengunjuk rasa tewas, termasuk di antaranya seorang wartawan dan lima tentara.