PM Thai janjikan penyelesaian damai

Pengunjuk rasa berdiri di tengah polisi 2 Mei 2010
Keterangan gambar, Kebuntuan masalah demonstran telah berlangsung tujuh minggu

Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva mengatakan ia mengupayakan "peta jalan" untuk menyelesaikan krisis politik yang telah lama terjadi.

Abhisit mengatakan ia melakukan berbagai pertemuan untuk mencari jalan keluar mengatasi kebuntuan yang melumpuhkan sejumlah tempat di ibukota Bangkok.

Abhisit bertemu dengan sejumlah senator yang menanyakan mengapa pemerintah bergerak terlalu lama untuk mengakhiri demonstran baju merah.

Para pengunjuk rasa bermalam di balik barikade-barikade yang dibentuk di seputar kawasan perbelanjaan.

Mereka mulai melakukan protes tanggal 14 Maret dan mengatakan tidak akan meninggalkan tempat itu sampai Abhisit mengumumkan pemilu baru.

Abhisit menghadapi tekanan untuk mengakhiri unjuk rasa yang telah menyebabkan kerugian besar.

'Penyelesaian politik'

Wartawan BBC untuk Asia Tenggara Rachel Harvey mengatakan pemerintah menerapkan pendekatan dua sisi untuk mengakhiri krisis, dengan mengajukan rencana rekonsiliasi dan membubarkan pengunjuk rasa dari kam-kam yang mereka dirikan.

Abhisit mengatakan kepada parlemen ia akan "mengajukan penyelesaian politik atau peta jalan" untuk mengakhiri krisis politik.

"Untuk mencari penyelesaikan politik, kami harus mendengar (setiap pihak), tidak hanya pemerintah, politisi, pengunjuk rasa atau sekelompok orang yang menentang protes," katanya.

Ia tidak memberikan rincian tentang rencana itu namun wartawan BBC mengatakan spekulasi yang berkembang ia mungkin mengajukan kompromi dengan memberikan jadwal pemilu dan mendirikan komisi guna meninjau konstitusi yang ada saat ini.

Abhisit juga mengatakan ia mengirim SMS kepada pengunjuk rasa berisi pesan agar mereka meninggalkan tempat yang mereka duduki di Bangkok.

Ia mengatakan kepada para wartawan akhir pekan lalu bahwa pemerintah dalam "proses mengepung" sebelum kami bergerak ke arah kam pengunjuk rasa.

Demonstran baju merah menduduki sejumlah tempat di ibukota dari kawasan perbelanjaan sampai kawasan bisnis.

Upaya pemerintah untuk membubarkan demonstran tanggal 10 April lalu menyebabkan 25 orang tewas dan ratusan terluka.

Hari Minggu lalu, anggaran baru untuk polisi disepakati, ditengah tuduhan bahwa polisi lebih bersimpati kepada demonstran baju merah sehingga menyulitkan upaya membubarkan mereka.

Hari Senin, kelompok baju merah masih tetap berada di kam mereka. Pemimpin demonstran berupaya menyusun strategi setelah mereka menyerbu rumah sakit Chulalongkorn. Tindakan itu menyebabkan penduduk marah.

Salah seorang pemimpin kelompok baju merah, Dr Weng Tojirakan, meminta maaf atas sikap sekelompok kecil orang yang menyerbu rumah sakit untuk mencari tentara pemerintah.

Para demontran kemudian menarik diri dari barikade di dekat daerah itu agar rumah sakit dapat beroperasi kembali.