AS alami 'bencana lingkungan terburuk'

Kebocoran minyak Teluk Meksiko bencana lingkungan paling buruk yang dialami oleh Amerika, kata seorang pejabat senior.
Penasihat energi Gedung Putih Carol Browner juga mengatakan Amerika Serikat ''bersiap untuk [menghadapi] skenario terburuk'' bahwa kebocoran mungkin belum teratasi hingga bulan Agustus.
Raksasa perminyakan asal Inggris, BP, yang menguasai sumur yang bocor, akan mencoba taktik baru setelah kegagalan upaya sebelumnya untuk menghentikan kebocoran, namun menyatakan tidak ada jaminan keberhasilan.
Setelah tim teknis BP gagal menyumbat kebocoran, para pejabat Amerika mengatakan aliran minyak tak terkendali ke lautan kini bertambah sebanyak 20 persen.
Kepala operasi BP Doug Suttles mengatakan kalau pun upaya tersebut berhasil, itu hanya akan menghentikan sebagian besar kebocoran.
Sedikitnya 20 juta galon minyak kini telah tumpah ke Teluk Meksiko dan tumpahan minyak itu menimpa lebih dari 110 km pesisir Louisiana.
Sebelasan pekerja anjungan minyak tewas ketika Deepwater Horizon meledak dan tenggelam hampir enam pekan lalu.
Rencana baru
Ketika berbicara di acara Meet The Press NBC, Browner mengatakan: ''lebih banyak minyak tumpah di Teluk Meksiko daripada (yang sudah terjadi) di masa lain dalam sejarah kita. Itu berarti jumlah minyak lebih banyak daripada bencana Exxon Valdez (di Alaska pada tahun 1989)."
Namun, sumur itu baru akan siap paling cepat dua bulan lagi.
Browner mengatakan BP telah diperintahkan agar membor sumur miring lain untuk mengantisipasi jika sumur pertama gagal.
Sementara itu, PB tengah mempersiapkan Lower Marine Riser Package (LMRP) untuk mengurangi aliran kebocoran.
BP akan memanfaatkan robot bawah laut untuk mengiris pipa yang rusak dan membuat irisan yang rapi agar pipa bisa disambungkan dengan pipa lain. Dengan cara ini pipa yang bocor bisa disalurkan lewat pipa tersebut.
Rencana ini memerlukan empat hari untuk persiapan.
Namun, BP mengatakan operasi ini belum pernah dilakukan pada ke dalaman 5.000 kaki (1.500m) dan ''kerberhasilan penggunaan sistem penanggulangan ini tidak bisa dijamin''.





























