Parlemen Turki timbang hubungan dengan Israel

Parlemen Turki menyepakati resolusi berisi seruan kepada pemerintah untuk meninjau ulang hubungan militer dan ekonomi dengan Israel, menyusul kematian paling tidak empat warga Turki yang berada dalam konvoi kapal kemanusiaan.
Kapal itu termasuk yang diserbu oleh pasukan Israel saat menuju Gaza.
Sejumlah anggota parlemen Turki dari partai yang memerintah, Partai Keadilan dan Pembangunan menginginkan pernyataan yang lebih keras dan menyerukan dibekukannya hubungan militer dan perdagangan dengan Israel.
Namun resolusi yang diloloskan parlemen hanya menyerukan hubungan militer ditinjau ulang, menyusul operasi militer Israel terhadap konvoi bantuan. Sebagian besar pegiat dalam kapal bantuan itu adalah pegiat dari Turki.
Parlemen menuntut investigasi independen, dan permohonan maaf dari Israel serta ganti rugi untuk para korban.
Perdagangan antara kedua belah pihak bernilai lebih dari tiga miliar dolar setahun dan puluhan perusahaan Turki dan Israel memiliki usaha patungan.
Turki dan Israel menandatangani kerjasama militer tahun 1996, dan angkatan bersenjata kedua belah pihak melakukan latihan secara rutin.
Turki juga membeli peralatan militer buatan Israel.
Unit intelijen kedua belah pihak juga sering saling berbagi informasi. Namun berbagai kerjasama ini tampaknya akan berakhir, sementara perdagangan diperkirakan akan berlanjut.
Pemerintah Turki mencoba untuk meyakinkan turis Israel bahwa mereka masih tetap disambut di Turki, namun banyak warga Israel yang telah membatalkan liburan mereka.





























