Suasana panas saat pemakaman

Suasana panas melanda Turki saat pemakaman sembilan pegiat - semuanya warga Turki atau keturunan Turki- yang tewas oleh serangan Israel terhadap konvoi kapal bantuan untuk Gaza.
Mayat mereka diterbangkan dari Israel ke Istanbul bersama dengan lebih dari 450 pegiat lainnya dan disambut sebagai pahlawan.
Israel mengatakan penyelidikan internasional terhadap insiden itu tidak perlu, dan menegaskan bahwa penyelidikannya sendiri akan memenuhi "standar internasional yang paling tinggi."
Dewan Hak Asasi Manusia PBB (HRC) sebelumnya telah memutuskan untuk membentuk tim penyelidik.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukannya tidak punya pilihan lain kecuali menghentikan kapal-kapal tersebut.
Ia mengatakan konvoi tidak bertujuan untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, namun untuk membobol blokade Israel.
Menjadi tugas Israel untuk mencegah roket dan senjata lain diselundupkan ke Gaza kepada Hamas oleh Iran dan pihak-pihak lain, katanya.
Turki, salah satu dari segelintir sekutu Israel di dunia Muslim, memanggil kembali dutabesarnya setelah insiden hari Senin tersebut.
Kebiadaban dan penindasan
Presiden Turki, Abdullah Gul, mengatakan hubungan antara kedua negara "tidak akan pernah pulih seperti biasa".

Insiden itu telah meninggalkan cacat yang dalam pada hubungan keduanya dan tidak bisa diperbaiki, katanya kepada para wartawan di Ankara.
Dalam pidato yang berapi-api di bandara Istanbul, Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc menuduh Israel melakukan tindak "pembajakan" dan "kebiadaban serta penindasan".
Massa yang beberapa diantaranya mengenakan kerudung ala Palestina berkumpul di kota untuk melihat peti-peti yang diselimuti bendera Turki dan disemayamkan di masjid Fatih.
Pemakaman dilangsungkan di bagian kota yang punya akar Islam kuat dan suasananya panas, kata wartawan BBC, Bethany Bell.
Otopsi yang dilakukan Turki menunjukkan bahwa semua korban ditembak, beberapa diantaranya dari jarak dekat.
Salah satu korban adalah warga negara Turki berusia 19 tahun yang mempunyai paspor Amerika. Ia terkena empat peluru di kepala dan satu di dada dan ia adalah atlit nasional Tawkwondo, menurut media Turki.





























