Obama bela kecaman terhadap BP

Presiden Barack Obama mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris David Cameron bahwa kecaman terhadap BP terkait kebocoran minyak di Teluk Meksiko "tidak ada hubungannya dengan identitas nasional".
Dalam percakapan telpon selama 30 menit hari Sabtu (12/6), Obama mengakui BP sebagai perusahaan multinasional dan ia tidak berkepentingan untuk merongrong perusahaan.
"Presiden dan perdana menteri membicarakan dampak kebocoran minyak tragis di Teluk Meksiko, menegaskan lagi bahwa BP harus berusaha sekuat tenaga untuk menangani keadaan," demikian pernyataan Gedung Putih.
Kecaman terus terang Obama terhadap BP dalam masalah kebocoran minyak di Teluk Meksiko menyulut tuduhan bahwa Obama menggunakan bahasa "anti-Inggris".
Peran ekonomi
Barack Obama mengeluarkan kecaman pedas terhadap BP dan khususnya terhadap pimpinan perusahaan Tony Hayward.
Beberapa pengusaha Inggris menuduh tim presiden menggunakan bahasa "anti-Inggris" ketika menyebut kebocoran minyak.

Dalam percakapan telpon, Perdana Menteri David Cameron menyampaikan kesedihan atas kerusakan lingkungan akibat kebocoran minyak yang menyembur sejak 20 April.
Pernyataan Downing Street menyebutkan bahwa kedua pemimpin "sepakat BP terus - seperti yang mereka janjikan - bekerja secara intensif guna mengambil semua langkah masuk akal secepat mungkin untuk mengatasi dampak bencana".
Cameron menekankan pentingnya BP bagi Inggris, Amerika dan negara-negara lain dalam bidang ekonomi.
David Cameron akan berkunjung ke Amerika Serikat kali pertama sebagai perdana menteri pada 20 Juli.
Penjaga Pantai Amerika mengatakan rencana BP untuk melokalisir minyak di Teluk Meksiko tidak cukup. Seorang pejabat senior Laksamana Muda James Watson mengatakan kepada BP bahwa perusahaan minyak itu memiliki waktu 48 jam untuk mengambil langkah baru, setelah data baru menunjukkan jumlah kebocoran dua kali lipat dari perkiraan.





























