Iran tolak pengawas nuklir IAEA

Iran mengatakan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pihaknya tidak akan membolehkan dua pengawas nuklir IAEA memasuki negara itu, demikian dilaporkan media massa Iran.
Kepala Organisasi Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi mengatakan mereka telah terlalu cepat menerbitkan sebuah laporan yang dia sebut sebagai "tidak dipercaya".
Salehi tidak menjelaskan bagian mana dari laporan itu yang dia anggap tidak akurat.
Keputusan ini dikeluarkan dua mingu setelah Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk menerapkan sanksi tambahan terhadap Iran.
Presiden Amerika Barack Obama mengatakan hukuman itu, yang dijatuhkan karena Iran tetap tidak menghiraukan perintah resolusi untuk menghentikan semua kegiatan pengayaan uranium, merupakan pesan yang tidak bisa diragukan untuk menghentikan penyebaran senjata nuklir.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan sanksi PBB itu sebaiknya dibuang ke tempat sampah seperti "sapu tangan bekas".
Proses uji coba
Amerika dan sekutu-sekutunya khawatir Iran mencoba membuat bom nuklir, tetapi Teheran bersikeras mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
Pada bulan Januari lalu Teheran mengatakan kepada IAEA para ilmuwan negara itu melakukan uji coba piroproses, proses yang bisa digunakan untuk memurnikan uranium bagi senjata.
Informasi ini membuat IAEA meminta penjelasan lebih lanjut dari pemerintah Iran.
Tetapi pada bulan Maret lalu Iran tidak lagi menyebutkan proses itu dan menyangkal telah melakukan kegiatan tersebut.
Pada bulan Mei lalu para ahli IAEA yang mengunjungi situs tempat uji coba piroproses diduga dilakukan di Teheran menemukan sebuah sel eletrokimia telah "dipindahkan" dari unit yang digunakan dalam uji coba itu, demikian menurut laporan IAEA yang diterbitkan kepada media massa pada bulan Mei itu.
Para pejabat Iran menekankan mereka tidak pernah memindahkan perlengkapan apapun dan bahwa uji coba itu tidak terkait dengan piroproses.





























