Unjuk rasa besar di Taiwan

Ribuan orang melakukan unjuk rasa di Taiwan menolak penandatangan pakta perdagangan dengan Cina.
Perjanjian itu mencakup pengurangan tarif ekspor dan mengurangi hambatan dalam investasi.
Pemerintah Taiwan mengatakan perjanjian yang disebut dengan singkatan ECFA itu adalah kesepakatan paling penting dalam enam puluh tahun hubungan pulau itu dengan Cina daratan.
Namun para pengunjuk rasa mengatakan negara itu menjual diri. Mereka mengatakan Cina hanya menginginkan pengawasan yang lebih besar terhadap Taiwan.
Demonstran yang datang termasuk petani yang membawa spanduk bertuliskan 'jangan menjadi anjing peliharaan Cina, jangan jual Taiwan.'
Taiwan mengatakan pakta itu merupakan cara terbaik untuk memanfaatkan keuntungan dari meningkatnya impor Cina.
Namun pihak oposisi mengatakan mereka khawatir pakta itu akan menyebabkan banjir produk murah Cina.
Cina menganggap Taiwan sebagai kawasan yang memberontak dan harus disatukan dengan dengan Cina daratan.
Mitra dagang
Pemerintah Taiwan mengatakan kesepakatan itu penting agar ekspor mereka tetap bersaing dengan mitra dagang Cina lain.
Namun pihak oposisi DPP mengatakan kesepakatan itu adalah langkah pertama menuju pengambilalihan Cina.
Sebagian besar rakyat Taiwan menolak gagasan unifikasi dengan Cina.
Namun ditengah ketegangan ini, kedua belah pihak adalah mitra dagang penting, kata wartawan BBC di Taipei, Cindy Sui.
Cina menawarkan sejumlah hal termasuk pemotongan tarif untuk 539 produk Taiwan yang masuk ke pasar negara itu. Produk itu termasuk suku cadang mobil, petrokimia dan buah.
Sebaliknya, hanya 267 produk Cina yang dapat diuntungkan dari pengurangan tarif tersebut di Taiwan.
Cina akan dapat menanamkan modal dalam sejumlah industri Taiwan, sementara Taiwan dapat memasuki sejumlah sektor termasuk komputer dan perawatan pesawat terbang di Cina.
Mengurangi ketegangan
Pemerintahan Presiden Ma Ying-jeo memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Cina dan langkah itu merupakan salah satu kebijakan utamanya.
Tujuan kebijakan itu adalah untuk mengurangi ketegangan kedua belah pihak yang terjadi sejak 1949.
Cina masih memiliki lebih dari 1000 peluru kendali yang diarahkan ke pulau itu sebagai peringatan bila Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan resmi.
Jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Taiwan mendukung kesepakatan dagang itu.
Langkah itu dapat membuka jalan atas kesepakatan yang sama dengan negara-negara lain.





























