Ilmuwan Iran lolos dari penculikan

Amiri
Keterangan gambar, Amiri mengaku dipaksa untuk tinggal di AS

Seorang lelaki yang menyebut dirinya sebagai ilmuwan nuklir mengaku berhasil meloloskan diri dari penculikan yang dilakukan oleh agen Amerika Serikat.

Dalam sebuah rekaman video yang ditayangkan TV negara Iran, dia mengatakan dia diculik di negara bagian Virginia, AS dan sekarang dalam pelarian.

Lelaki bernama Amiri tersebut sebelumnya dilaporkan menghilang setahun lalu ketika tengah menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.

Dalam sebuah tayangan video baru yang dipublikasikan Selasa, seorang lelaki mengaku sebagai ilmuwan yang hilang dengan mengatakan, ''Saya Shahram Amiri, warga negara Republik Islam Iran dan beberapa menit lalu berhasil meloloskan diri dari agen keamanan AS di Virginia.

"Saat saya merekam tayangan ini saya tengah berada di tempat yang aman. Saya bisa kembali ditangkap lagi kapanpun''.

Di video pertama yang ditayangkan awal bulan ini, Amiri mengaku diculik oleh agen Arab Saudi dan AS, disiksa, dipaksa untuk mangkir dari tugasnya dan ditempatkan di Tucson, Arizona. Video ini diklaimnya asli dan tidak dibuat-buat.

"Sementara video kedua yang dipublikasikan melalui YouTube oleh pemerintah AS, dimana saya mengatakan saya bebas dan ingin melanjutkan pedidikan disini, adalah bohong dan jelas palsu'', katanya.

"Saya tidak bebas disini dan saya tidak diijinkan untuk menghubungi keluarga saya. Jika sesuatu terjadi dan saya tidak kembali dalam keadaan hidup, maka itu menjadi tanggung jawab pemerintah AS''.

Dia menyelesaikan rekaman videonya dengan mendesak pejabat Iran dan organisasi hak asasi manusia dunia untuk ''menekan pemerintah AS untuk melepasnya dan mengembalikan ke Iran''.

"Saya tidak disiapkan untuk menghianati negara saya dibawah ancaman atau penyuapan oleh pemerintah AS,''tambahnya.

Tetapi saluran berita ABC melaporkan kalau pada bulan Maret, Amiri justru membantu CIA mengumpulkan data intelejen mengenai program senjata nuklir Iran.

Departemen Luar Negeri AS menolak menjawab apakah dia berada di AS atau tidak.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada kantor berita AFP kalau tuduhan itu ''menggelikan''.

Media di Iran menyatakan Amiri bekerja sebagai peneliti di Universitas Teheran, tetapi sejumlah laporan menyebut dia bekerja untuk badan atom Iran dan memiliki kemampuan mendalam soal program nuklir.