Obama dan Netanyahu akan bahas berbagai isu

Benjamin Netanyahu dan Barack Obama
Keterangan gambar, Akan bahas upaya menghidupkan kembali perundingan damai.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Washington.

Dalam pertemuan sebelumnya Maret 2010 di Gedung Putih, Obama memberikan sambutan yang dingin pada Netanyahu. Saat itu Obama menolak untuk memberi ijin foto pertemuan disebarkan untuk umum.

Kali ini keduanya diperkirakan akan membahas berbagai isu, antara lain program nuklir Iran dan upaya menghidupkan kembali perundingan damai Israel-Palestina.

Wartawan BBC untuk urusan Timur Tengah, Jeremuy Bowen, melaporkan bahwa kedua belah pihak menginginkan suasana pertemuan yang lebih baik.

Pekan lalu Netanyahu mengatakan keyakinan bahwa isu penting dalam pembicaraan di Washington terpusat pada cara untuk memulai perundingan langsung antara Israel dan Palestina.

Pelonggaran blokade

Palestina menghentikan perundingan damai setelah Israel melancarkan operasi yang diberi nama sandi Cast Lead di Gaza pada akhir 2008.

Sedangkan perundingan tidak langsung pada Bulan Maret terhenti setelah pihak pemerintah kota di Israel menyetujui pembangunan rumah baru di kawasan pemukiman Jerusalem Timur, yang diinginkan Palestina menjadi ibukota dari negara masa depan mereka.

Pertemuan Obama-Netanyahu ini berlangsung sehari setelah Israel mengukuhkan rincian barang-barang yang boleh masuk ke Gaza sebagai bagian dari kebijakan pelonggaran blokadenya atas Gaza.

Gedungh Putih, Uni Eropa, dan Inggris menyambut baik keputusan itu sebagai langkah maju yang penting.

Namun gerakan militan Hamas, yang menguasai Gaza, mengatakan kebijakan itu tidak ada nilainya dan menuntut pencabutan blokade total.

Israel mengijinkan barang-barang konsumsi masuk ke Gaza, termasuk peralatan elektronik rumah tangga namun material yang bisa digunakan menjadi senjata tetap dilarang.

Laporan pemukiman

Sementara itu organisasi hak asasi manusia Israel, B'tselem, mengatakan pemukiman Yahudi kini telah menempati areal seluas 40% lebih dari semua tanah di Tepi Barat.

Laporan yang dikelurkan organisasi itu juga menuduh Israel melanggar kewajiban internasionalnya, seperti disampaikan wartawan BBC Shahzeb Jilani.melaporkan.

Israel mengatakan membangun pemukiman di tanah-tanah milik negara, namun B'tselem menyebutkan data milik Israel dan foto-foto yang diambil dari udara menunjukkan bahwa banyak pemukiman di Tepi Barat dibangun di atas tanah pribadi Palestina.

Organisasi itu mengatakan sejak peta jalan damai tahun 2003, ketika Israel menjanjikan pembekuan pembangunan pemukiman, Israel sebenarnya telah mendorong pembangunan besar-besaran sehingga jumlah pemukim meningkat 28%.

Para pendukung kebijakan pemukiman yang ditempuh Israel menyebut laporan itu bermotif politik dan menuduh laporan B'tselem diterbitkan guna mencoreng kunjungan perdana menteri Israel ke Gedung Putih.