Korea Utara ancam dengan nuklir

    • Penulis, Jonathan Marcus
    • Peranan, Wartawan Diplomatik BBC.

Ancaman Nuklir

Kapal induk Amerika, the USS George Washington
Keterangan gambar, Seorang wanita melihat kapal induk AL Amerika, George Washington ketika tiba di Busan, Korsel

Korea Utara mengancam akan menggunakan "senjata nuklir" sebagai reaksi atas latihan bersama militer Amerika Serikat-Korea Selatan akhir minggu ini.

Kantor Berita Pusat Korea, KCNA, milik pemerintah Korea Utara mengatakan Pyongyang sudah bersiap melancarkan "perang suci balasan" kapan saja.

Washington dan Seoul mengatakan latihan perang itu bertujuan mencegah agresi Korea Utara.

Ketegangan kedua negara Korea ini semakin memuncak sejak kapal perang Korea Selatan tenggelam bulan Maret Lalu.

Penyelidikan internasional mengatakan kapal itu tenggelam akibat torpedo Korea Utara, tuduhan yang dibantah keras Pyongyang.

Wartawan BBC di Seoul mengatakan Korea Utara sudah sering mengeluarkan peringatan semacam itu.

Meski ancaman tersebut seperti biasa dianggap sebagai perbedaan pendapat secara diplomatik, peningkatan ketegangan ini akan membuat sejumlah negara di wilayah khawatir.

KCNA melaporkan Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara yang sangat berpengaruh mengatakan bahwa latihan perang itu "merupakan provokasi langsung yang bertujuan mengganggu Republik Rakyat Korae Utara dengan senjata".

Kapal Korea Selatan
Keterangan gambar, Ketegangan semakin tinggi setelah kapal perang Korea Selatan tenggelam

"Militer dan Rakyat Korea Utara akan memulai perang suci balasan yang khas dengan mempergunakan alat pertahanan nuklir disaat yang diperlukan untuk melawan imperialis Amerika Serikat dan bonekanya Korea Selatan yang dengan sengaja mendorong situasi ini ke arah peperangan," tulis KCNA.

Sebagai tanggapan, Gedung Putih mengatakan tidak tertarik terlibat dalam "perang kata-kata" dengan Korea Utara.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, PJ Crowley mengatakan pihaknya menginginkan "langkah yang lebih konstruktif dan sedikit pernyataan provokatif" dari Pyongyang.

Dalam pertemuan forum keamanan Asia Tenggara Korea Utara mengancam akan memberi tanggapan fisik terhadap latihan militer ini.

Juru bicara delegasi Korea Utara di forum ASEAN mengatakan latihan itu merupakan contoh "diplomasi kapal perang" abad ke 19.

"Ini merupakan ancaman bagi semenanjung Korea dan Asia secara keseluruhan," ujarnya.

Forum pertemuan itu didominasi oleh krisis antara kedua negara Korea tersebut.

Latihan perang -yang akan dimulai hari Minggu (25/07)- akan melibatkan kapal induk USS George Washington, 20 kapal perang dan kapal selam, 100 pesawat dan 8.000 personel.

Cina mengkritik rencana latihan perang itu dan memperingatkan agar tidak ada aksi yang bisa "menambah ketegangan regional".

Namun Jepang mengirim empat pengamat militer yang merupakan satu isyarat negara itu mendukung latihan itu.

Hari Rabu (22/07) Amerika Serikat mengumumkan penerapan sanksi baru bagi Korea Utara yang meliputi larangan profilerasi nuklir dan impor barang mewah.

Analisa

peta

Saat ini adalah masa penuh ketegangan di semenanjung Korea, alasan yang cukup kuat bagi kunjungan dua pejabat tinggi Amerika Serikat -Menlu Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates- ke Korea Selatan di waktu yang bersamaan.

Tenggelamnya kapal perang Cheonan pada bulan Maret memulai satu putaran ketegangan baru antara Korea Utara dan Korea Selatan. Empat puluh enam pelaut tewas dalam insiden kapal perang itu.

Satu penyelidikan rinci yang didukung oleh pemerintah Seoul, dengan melibatkan pakar asing, mengisyaratkan bahwa kapal itu tenggelam oleh satu serangan, hampir dipastikan dilakukan oleh Korea Utara.

Namun tuduhan ini dibantah oleh Korea Utara yang menyatakan mereka tidak terlibat.

Reaksi internasional atas insiden kapal tenggelam ini beragam. Korea Utara bertekad membawa masalah ini ke Dewan Keamanan PBB. Tanggal 9 Juli Badan ini mengeluarkan satu pernyataan yang mengecam serangan itu namun tidak sampai menyalahkan Korea Utara secara langsung.

Ada masalah politik yang besar disini; tak satupun dari pemain penting -Rusia, Cina atau Amerika Serikat- ingin meningkatkan ketegangan dan itu sangat jelas bahwa Moskow dan Beijing tidak akan mendukung tindakan yang lebih tegas.

Latihan bersama Angkatan Laut Amerika Serikat-Korea Selatan, dijadwalkan mulai tanggal 25 Juli, merupakan lanjutan dari diplomasi tingkat tinggi adalah satu cara Washington untuk meyakinkan sekutunya yang jelas gelisah.

Armada besar

Kapal induk the USS George Washington
Keterangan gambar, Cina punya alasan sendiri kenapa khawatir dengan kehadiran armada AS yang besar

Keresahan yang semakin besar di kawasan Asia juga karena banyak pengamat melihat perebutan kekuasaan di Korea Utara sudah mulai terjadi, ketika pemimpinnya yang sakit-sakitan Kim Jong-il mulai menyiapkan jalan bagi penggantinya.

Kekhawatiran mereka bahwa pemerintah Korea Utara yang seringkali sulit ditebak, mungkin akan menggunakan latihan bersama Angkatan Laut Korea Selatan-Amerika Serikat sebagai alasan untuk mengambil tindakan militer lebih jauh.

Itulah salah satu alasan kenapa Cina sangat khawatir dengan latihan dua angkatan laut. Seorang juru bicara departemen luar negeri Cina mendesak "pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri" dan "tidak melakukan apapun yang bisa meningkatkan ketegangan wilayah".

Pesan itu ditujukan bukan hanya kepada Pyongyang tapi juga kepada Seoul dan Washington. Tetapi Beijing juga punya alasan sendiri kenapa tidak senang dengan latihan angkatan laut tersebut.

Dalam tahap berikutnya, manuver Korea Selatan-Amerika juga akan berlangsung di Laut Kuning yang terletak antara semenanjung Korea dan Cina.

Dan latihan ini bukan latihan kecil: latihan tahap awal di Laut Jepang akan menurunkan kapal induk George Washington, kapal pembawa pesawat terbang berkekuatan nuklir, 20 kapal lainnya serta beberapa kapal selam dan juga 100 pesawat terbang.

Bagi Beijing, perairan ini sangat dekat ke wilayahnya sendiri. Cina khawatir pada kehadiran angkatan laut negara asing yang besar di wilayah ini ketika Cina sendiri sedang memperluas operasi maritimnya.

Perlu waktu lama bagi Cina untuk bisa menyaingi kemampuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Tetapi ambisi Angkatan Laut Cina sangat jelas.

Harapan jangka panjang

Semua faktor ini menambah kerumitan hubungan segitiga antara Amerika, Korea dan Cina.

Kerumitan diplomatik ini mungkin bisa disamakan dengan segitiga Bermuda, satu wilayah diplomatik yang tidak pasti dan bencana bisa terjadi jika salah satu negara mengambil langkah yang salah.

Kalangan yang berpandangan formal mungkin tidak setuju bahwa ini adalah hubungan segitiga karena ada empat pemain yang terlibat dan sejumlah hubungan yang kompleks: antara Korea Utara dan Selatan; antara Washington dan Seoul; dan antara Beijing dan Pyongyang.

Diatas semua ini, tentu saja, ada hubungan yang lebih besar lagi yaitu antara Cina dan Amerika Serikat.

Arah hubungan kedua negara ini di masa mendatang sulit untuk ditebak. Kedua negara ini terkait secara ekonomi dalam banyak hal tetapi jelas mereka memiliki kepentingan strategis mereka masing-masing yang spesifik.

Mereka bukan sudah pasti akan terlibat dalam bentrokan, seperti yang sering dijadikan tema novel-novel perang futuristik. Tetapi apa yang terjadi di semenanjung Korea akan sangat menentukan dalam hubungan jangka panjang Cina dan Amerika.