Uni Eropa sepakati sanksi baru untuk Iran

Iran
Keterangan gambar, Sanksi baru Uni Eropa ditujukan pada sektor enerji Iran.

Para menteri luar negeri Uni Eropa sudah mencapai kesepakatan atas penerapan sanksi baru yang lebih keras dengan sasaran sektor energi Iran, sebagai upaya untuk menghalangi program nuklir Iran yang kontroversial.

Dalam pertemuan di Brussel, disepakati pembatasan baru dalam bidang perdagangan luar negeri, jasa keuangan, dan sektor gas serta minyak, yang menjadi tulang punggung ekonomi Iran.

Salah satunya adalah larangan ekspor ke Iran untuk peralatan maupun teknologi utama bagi penyulingan, eksplorasi maupun produksi gas alam.

Investasi baru dari negara-negara Uni Eropa untuk sektor-sektor utama dalam perekonomian Iran juga dilarang.

Juga ada pembatasan penjualan barang apapun yang bisa digunakan untuk kepentingan militer.

Kapal-kapal akan diperiksa jika dicurigai membawa barang-barang yang dilarang berdasarkan sanksi baru ini.

Pembatasan transfer

Juga akan ditempuh pengawasan yang ketat atas bank-bank Iran yang beroperasi di kawasan Uni Eropa.

Transfer uang dengan nilai lebih dari 10.000 Euro akan diinformasikan kepada pihak berwenang dan di atas 40.000 Euro harus membutuhkan otorisasi lebih dulu.

Sekitar 40 individu dan lebih dari 50 perusahaan akan masuk dalam daftar hitam.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan paket sanksi baru ini merupakan sanksi yang paling jauh yang diterapkan Uni Eropa terhadap satu negara.

Langkah ini diambil sebulan setelah Amerika Serikat memperketat sanksinya atas Iran.

Dewan keamanan PBB juga sudah menyepakati babak keempat sanksi atas program nuklir Irak, dengan sasaran Pasukan Pengawal Revolusi.

Pasukan Pengawal Revolusi terlibat dalam sejumlah industri, antara lain pabrik mobil, pakaian dan diperkirakan mengendalikan sepertiga ekonomi Iran.

Amerika Serikat dan sekutunya menuduh Teheran mengembangkan senjata nuklir namun Iran menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.