Konstitusi baru di Kenya disetujui

Para pemimpin kelompok yang berkampanye untuk menolak konstitusi baru di Kenya telah menerima kekalahan dalam referendum.
Hasil awal sekarang menunjukkan hampir 70% mendukung perubahan yang akan membatasi ketat kekuasaan presiden.
"Kelompok mayoritas menang, namun kami sudah menyatakan pendapat kami," kata William Ruto, menteri pendidikan tinggi dan pemimpin kelompok yang menentang konstitusi baru saat mengakui kekalahannya.
"Kami sekarang mengusulkan konsultasi segera."
Sementara itu Menteri Energi Kiraitu Murungi -yang memimpin kampanye untuk mendukung konstitusi- mengatakan Kenya telah "lahir kembali".
Referendum berjalan damai tanpa ada kekerasan seperti yang terjadi pada pemilihan tahun 2007.
Referendum ini merupakan bagian dari kesepakatan yang mengakhiri konflik tersebut. Lebih dari 1.000 orang tewas dalam bentrokan waktu itu.
Konstitusi baru memberi warga Kenya antara lain hak yang baru dan melapangkan jalan bagi reformasi agraria.
Saat bersejarah
Ketika mengumumkan kemenangan, Murungi mengatakan rakyat Kenya telah berbicara dengan "suara menggelegar".
"Mengatakan bahwa kami telah menang benar-benar merendahkan. Kenya telah lahir kembali. Ini adalah kelahiran kembali Republik Kenya yang kedua," katanya.
Dengan sebagian besar suara sudah dihitung, tercatat lebih dari empat juta pemilih mendukung konstitusi baru sedang 2,1 juta menolak pembaharuan.

Hasil referendum ini dan tidak terjadinya kekerasan menunjukkan semangat atas perubahan radikal yang diusulkan konstitusi yang belum pernah ada sebelumnya, kata wartawan BBC Peter Greste di Kenya.
Kenyataan bahwa penduduk yang menentang di Proivnsi Rift Valley -kubu yang merupakan basis politik William Ruto- sampai dua kali lebih banyak dari pada yang mendukung, menjadi tantangan serius terhadap persatuan nasional, tambah wartawan BBC.
Kekerasan terburuk pasca pemilihan tahun 2007 dan 2008 terjadi di provinsi Rift Valley.
Ruto -yang punya ambisi untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan tahun 2012- menentang klausul mengenai aborsi dan reformasi agraria.
Mereka yang mendukung konstitusi mengatakan untuk pertama kalinya sebuah pendekatan yang masuk akal terhadap reformasi agraria diterapkan dengan menyatakan bahwa tanah yang didapat secara tidak sah bisa disita.
Baik presiden dan maupun perdana menteri -yang bersaing dalam pemilihan tahun 2007- mendukung konstitusi yang baru.





























