Prancis kecam Castro

Prancis mengatakan pernyataan mantan pemimpin Kuba Fidel Castro mengenai perlakuan Prancis terhadap imigran Roma, tidak bisa diterima.
Pada Jumat Castro menuduh pemerintah Prancis melakukan hal yang disebut holokos rasial terkait pengusiran komunitas gipsi Roma.
"Penggunakan kata 'holokos' oleh Castro menunjukkan ketidaktahuannya tentang sejarah dan kebencian terhadap korban holokos," kata Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Valero.
"Kata-kata seperti itu tidak bisa diterima."
Fidel Castro, 84 tahun, membuat pernyataan kontroversial dalam acara promosi biografinya volume kedua di Havana. Dia mengatakan kaum migran adalah "korban jenis lain holokos rasial".
Bulan lalu pihak berwenang Prancis memulangkan ratusan warga ke Romania dan Bulgaria yang langsung mengundang kecaman di seluruh Eropa.
Sejak kedua negara menjadi anggota Uni Eropa tahun 2007, banyak anggota komunitas gipsi Roma datang ke Prancis.
Tetapi pemerintah menuding mereka mempunyai andil meningkatkan kejahatan dan kekerasan dan menegaskan bahwa mereka tidak boleh tinggal di Prancis bila tidak mempunyai pekerjaan.





























