Garis keras Yahudi ultimatum PM

Sehari sebelum perundingan damai Timur Tengah dilanjutkan di Mesir, organisasi yang mewakili pemukim Yahudi di wilayah Palestina mengancam akan menggoyang pemerintah Israel.
Dewan Yesha menyatakan akan menarik dukungan dari koalisi sayap kanan pimpinan Benjamin Netanyahu.
Dewan Yesha yang mewakili masyarakat Yahudi garis keras adalah organisasi yang berpengaruh dan secara politik mempunyai kekuatan.
Dewan ini mewakili sebagian besar dari sekitar 400.000 warga Israel yang menduduki pemukiman ilegal di Tepi Barat wilayah Pestina dan di Yerusalem Timur.
Biasanya mereka mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan koalisi sayap kanannya, lapor wartawan BBC di Yerusalem Wyre Davies.
Tetapi para pemimpin dewan Yesha sekarang memperingatkan bila Netanyahu masih membekukan sebagian pembangunan di wilayah pemukiman setelah akhir September ini, mereka akan menarik dukungan dan mengatakan pemerintah Israel akan runtuh.
Optimis
Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pekan ini sebagai bagian dari putaran perundingan lanjutan di kawasan wisata Mesir, Sharm al Sheik.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan pihaknya optimis Israel dan Palestina bisa mencapai kesepakatan. Blair, utusan kuartet untuk Timur Tengah, mengeluarkan pernyataan menjelang kelanjutan perundingan.
"Secara internal politik ini sangat sulit, tetapi saya pikir rakyat kedua belah pihak akan mendukung kepemimpinan politik yang menawarkan kesepakatan yang adil," kata Blair.
Meski Netanyahu mendapat tekanan keras dari kubu pendukungnya sendiri untuk melanjutkan pembangunan pemukiman, para pemimpin internasional menyerukan kepada Netanyahu agar tetap membekukan pembangunan.
Salah satu pemimpin dunia itu adalah Barack Obama yang baru-baru ini mengatakan moratorium pembangunan adalah jalan yang masuk akal guna memajukan perundingan.





























