Perundingan damai Timur Tengah dimulai

Perundingan langsung pertama antara pemimpin Palestina dan Israel dalam dua tahun terakhir ini, sudah dimulai dengan janji "dukungan aktif dan penuh" dari Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas memiliki "peluang untuk mengakhiri konflik ini".
Netanyahu mengatakan konsesi pahit akan diperlukan dari kedua belah pihak.
Abbas menyerukan Israel menghentikan pembangunan semua kawasan pemukiman dan mencabut blokade di Jalur Gaza.
Perundingan yang berlangsung di Departemen Luar Negeri AS adalah negosiasi yang pertama dalam 20 bulan terakhir.
Presiden Barack Obama mengambil inisiatif memulai perundingan dengan memberikan kedua belah pihak batas waktu setahun.
Dia mengatakan tujuannya adalah penyelesaian permanen yang mengakhiri pendudukan Israel di wilayah yang direbutnya tahun 1967, dan berdirinya negara merdeka dan demokratis Palestina yang berdampingan dengan Israel.
"Rintangan-rintangan"
Membuka perundingan, Nyonya Clinton mengatakan Amerika Serikat menjanjikan "dukungan penuh terhadap perundingan ini dan kami akan menjadi mitra yang aktif dan berkesinambungan", tetapi Washington tidak akan mencarikan serta memaksakan solusi.
"Tuan Perdana Menteri, Tuan Presiden, anda berpeluang mengakhiri konflik ini dan permusuhan puluhan tahun antara rakyat Anda untuk selama-lamanya," kata Clinton.
"Isu penting dalam perundingan ini - wilayah, keamanan, Jerusalem, pengungsi, pemukiman dan hal-hal lain - tidak akan menjadi lebih mudah kalau kita menunggu, dan masalah ini tidak akan terselesaikan dengan sendirinya."
Berbicara setelah Nyonya Clinton, baik Netanyahu dan Abbas mengakui sulitnya tugas-tugas yang ada di hadapan mereka.
"Ini tidak akan mudah", kata Netanyahu. "Perdamaian yang sebenarnya, yang abadi, hanya akan tercapai dengan jika keduanya saling memberikan konsesi yang pahit."
Abbas mengatakan, "Kami tahu betapa beratnya rintangan dan hambatan yang kami hadapi selama perundingan-perundingan ini. Perundingan yang selama setahun harus menghasilkan satu kesepakatan yang akan menciptakan perdamaian."
Kedua pemimpin ini juga mengangkat masalah yang sentral dalam perundingan ini: keamanan bagi rakyat Israel, dan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina.
"Kami menyerukan kepada pemerintah Israel agar melangkah maju dengan komitmennya mengakhiri semua kegiatan pembangunan pemukiman dan mencabut embargo di Jalur Gaza," kata Abbas.
Netanyahu mengatakan "perdamaian yang benar harus memastikan keamanan Israel".
Dia juga mengulangi kembali tuntutannya agar Palestina mengakui Israel sebagai sebuah negara Yahudi.





























