Pemilu Afghanistan selesai

Petugas mengangkut TPS
Keterangan gambar, Sekitar 1,6 juta pemilih ikut mencoblos sampai tengah hari waktu setempat

Pemungutan suara untuk pemilihan parlemen Afghanistan telah berakhir namun diwarnai sejumlah serangan yang menewaskan paling tidak empat belas orang.

Para petugas pemilihan mengatakan lebih dari sembilan puluh persen dari sekitar enam ribu tempat pemungutan suara dibuka.

Taliban, yang mengancam menyerang siapapun yang ikut pemilu, mengatakan mereka menyerang paling tidak seratus lima puluh TPS.

Wartawan BBC di Kabul mengatakan jumlah warga yang memilih di sejumlah daerah, khususnya di kawasan selatan, rendah.

Sejumlah laporan menyebutkan terjadi pelanggaran seperti kartu pemilihan palsu dan tinta khusus yang tidak bisa hilang agar orang tidak memilih dua kali.

Hasil pemilihan ini dijadwalkan baru akan diumumkan paling cepat akhir Oktober.

Banyak warga memilih

Tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 16:00 waktu setempat.

Faizal Ahmad Manawi, kepala Komisi Independen Pemilu (IEC) mengatakan pada tengah hari waktu setempat dari 2.627 TPS, sekitar 1,6 juta orang memilih.

"Bila jumlah ini berkembang dua kali lipat saya rasa pemilu ini bisa disebut berhasil," katanya.

Manawi mengatakan sekitar 8% dari lebih 5.800 TPS yang diperkirakan akan buka ternyata tidak buka atau belum melaporkan dengan alasan keamanan.

Rakyat Afghanistan yang berhak memilih sekitar 10 juta, namun PBB mengatakan jumlah pemilih antara lima sampai tujuh juta bisa dikatakan berhasil, karena penyelenggaraan pemilu di tengah perang.

Seorang juru bicara NATO mengatakan kepada kantor berita AFP insiden pemilu kali ini lebih sedikit dibandingkan pemilihan presiden tahun lalu. Ia mengatakan kali ini tercatat 303 insiden, sementara Agustus tahun lalu 476 kasus.