Serangan dalam pemilu Afghanistan

Berbagai serangan terjadi di sejumlah kota di Afghanistan di tengah berlangsungnya pemilihan parlemen.
Satu roket jatuh di pusat kota Kabul tidak lama setelah tempat pemungutan suara dibuka.
Serangan yang sama juga terjadi di propinsi-propinsi lain termasuk Jalalabad dan Balkh, menewaskan paling tidak tiga orang.
Di propinsi Kandahar, gubernur setempat mengatakan ia selamat dari ledakan dalam serangan atas konvoinya.
Kelompok Taliban mengancam untuk menyerang siapapun yang turut serta dalam pemilihan umum.
Presiden Hamid Karzai yang memberikan suara di Kabul mendesak seluruh rakyat Afghanistan untuk tetap memilih.
Lebih dari 2.500 calon legislatif memperebutkan 249 kursi di dewan perwakilan rakyat Afghanistan.
Pemilu ini dianggap sebagai uji kredibilitas bagi Presiden Karzai.
Tentara dan polisi Afghanistan disiagakan dan diperkuat oleh sekitar 150.000 pasukana sing.
Ancaman
Pemilu ini adalah yang pertama kali sejak pemilihan presiden tahun lalu yang diwarnai tuduhan kecurangan.
Sekitar 6.000 TPS di 34 propinsi dibuka sampai pukul 16:00 waktu setempat. Sekitar 1.000 TPS lainnya tidak dibuka karena alasan keamanan.
Pemilihan umum sejauh ini berjalan lambat dan jumlah warga yang datang sedikit, menurut wartawan BBC Quentin Sommeville di Kabul.
Taliban telah memperingatkan warga untuk memboikot pemilu.
Taliban mengatakan mereka telah "mempertimbangkan sejumlah langkah...untuk mengacaukan proses Amerika ini dan menjalankan sejumlah langkah bila proses pemilu secara sah dijalankan".
Para pejabat keamanan mengatakan kepada BBC, dua TPS di Jalalabad diserang dan pasukan keamanan terlibat dalam bentrokan senjata dengan kelompok militan di tiga tempat di kota itu.
Pihak Taliban mengklaim bertanggung jawab dalam penculikan dua caleg dan 18 petugas pemilihan menjelang pemilu.
Sejumlah pemilih datang awal Sabtu walaupun ada berbagai ancaman itu.
Seorang pegawai negeri Mohamad Husman, 50, berada di antrian paling depan di TPS di satu sekolah di Kabul.
"Saya datang karena saya menginginkan kesejahteraan dan stabilitas di Afghanistan," katanya.
"Saya khawatir tentang keamanan dan juga kecurangan dan saya berharap suara saya bisa sampai pada orang yang saya pilih," tambahnya.





























