Jepang minta Liu Xiaobo dibebaskan

Jepang mendesak Cina membebaskan pemenang hadiah Nobel Perdamaian tahun ini Liu Xiaobo.
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan di depan para anggota parlemen di Tokyo mengatakan akan sangat baik bila penggiat HAM yang mendekam di penjara tersebut dibebaskan.
"Dari pandangan nilai-nilai universal HAM, akan sangat baik bila Liu Xiaobo tidak lagi dipenjara. Nilai-nilai HAM dan kebebasan yang mendasar harus dijamin di Cina," ujar Perdana Menteri Kan.
Pernyataan perdana menteri dikeluarkan ketika para diplomat Jepang berupaya untuk menghangatkan kembali hubungan dengan Cina setelah muncul sengketa perbatasan laut antara kedua negara.
Tahanan rumah
Namun Perdana Menteri Kan tidak sampai meminta pembebasan Liu Xiaobo secara resmi.
Para wartawan mengatakan pernyataan Kan bisa memperburuk hubungan Jepang-Cina.
Liu Xiaobo divonis 11 tahun penjara Desember lalu setelah dinyatakan bersalah merongrong pemerintah.
Berbagai kalangan menilai hukuman ini sebagai ganjaran atas aktivitas Liu mendesak reformasi politik di Cina.
Pemerintah Amerika Serikat dan Uni Eropa sebelumnya juga mendesak pembebasan Liu.
Mereka juga meminta Beijing untuk mencabut tahanan rumah terhadap istri Liu, Liu Xia.
Ia dilarang meninggalkan rumah sejak Jumat pekan lalu ketika Komite Nobel di Oslo menetapkan Liu Xiaobo sebagai peraih Nobel Perdamaian tahun ini.
Keputusan panitia di Norwegia tersebut dikecam keras oleh pemerintah Cina.





























