Ledakan tambang di Cina

Ledakan tambang batubara di Cina tengah menewaskan 20 orang sementara 17 lainnya terperangkap di bawah tanah.
Upaya penyelamatan tengah dilakukan di Yuzhou, provinsi Henan, menurut media resmi Cina.
Industri pertambangan Cina adalah yang paling berbahaya di dunia, dengan lebih dari 2.600 orang tewas dalam kecelakaan tahun 2009.
Pemerintah menutup lebih dari 1.000 tambang gelap tahun ini sebagai bagian untuk meningkatkan standar keselamatan.
Ledakan di tambang Yuzhou itu terjadi pagi hari waktu setempat. Tambang itu adalah milik perusahaan listrik dan batu bara Pingyu, menurut kantor berita Xinhua.
Badan keselamatan nasional mengatakan 239 petambang berhasil keluar dari terowongan bawah tanah, namun 20 lainnya ditemukan meninggal dan 17 lainnya hilang.
Operasi penyelamatan berlanjut untuk mencari petambang yang hilang namun seorang pejabat yang bernama Li mengatakan kepada kantor berita Associated Press tidak jelas pada kedalaman berapa meter di bawah tanah posisi mereka.
Keselamatan diabaikan

Cina sangat tergantung pada industri pertambangan dengan pasok batu bara sekitar 70% untuk kebutuhan energi dalam negeri. Banyak petambang adalah pekerja migran dengan pelatihan terbatas.
Pemerintah Cina berupaya untuk meningkatkan kondisi kerja di tambang-tambang batu bara.
Pemerintah pusat juga telah memperbaiki kondisi di 25.000 tambang batu bara sebagai prioritas dan jumlah korban tewas dalam kecelakaan menurun dari 7.000 tahun 2002 menjadi 2.631 tahun lalu.
Bulan April lalu, 115 petambang diselamatkan dari tambang yang mengalami banjir di provinsi Shanxi setelah berada satu minggu di bawah tanah.
Badan Energi Nasional (NEA) menutup 1.539 tambang kecil tahun ini sebagai upaya restrukturisasi, kata Xinhua.
Tetapi peraturan keselamatan sering diabaikan demi keuntungan di tengah meningkatnya perekomian Cina.
Pemerintah Cina juga telah menerapkan peraturan baru yang mewajibkan para manajer tambang batu bara menemani buruh mereka ke bawah tanah, sebagai langkah meningkatkan kondisi tambang.
Manajer yang menolak akan dikenakan denda besar.
Insiden di Cina ini terjadi setelah 33 petambang Cile berhasil diselamatkan menyusul kecelakaan yang menyebabkan mereka terperangkap selama 69 hari.
Banyak kalangan di Cina mengatakan negara itu harus belajar dari insiden tersebut dan memberikan lagi pelatihan kepada petambang.





























