Kuba didesak bebaskan tapol yang dijanjikan

Ladies in White
Keterangan gambar, Kelompok pegiat pembebasan tapol Kuba menuntut janji pemerintah.

Kelompok oposisi Kuba menuduh pemerintah tidak memenuhi janjinya untuk membebaskan 13 pembangkang politik.

Bulan Juli tahun ini, Presiden Raul Castro sudah sepakat untuk membebaskan 52 tahanan politik dalam waktu empat bulan.

Sebagian besar dari tahanan politik yang dibebaskan itu sudah mengasingkan diri ke Spanyol namun 13 tahanan politik masih di penjara karena mereka tidak bersedia meninggalkan Kuba.

Sanak saudara dari tahanan politik Kuba, yang dikenal dengan nama Ladies in White atau Perempuan Berbaju Putih, menggelar unjuk rasa untuk pembebasan 13 tapol tersebut.

Mereka mengatakan Minggu 7 November merupakan batas waktu untuk membebaskan 52 tahanan politik, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai Presiden Raul Castro dengan Gereka Katolik Roma.

"Mereka menipu dan mempermainkan Gereja, pemerintah Spanyol, Uni Eropa, dan dengan semua masyarakat internasional," kata Laura Pollan, pemimpin Ladies in White.

"Ini bukti bahwa kata-kata mereka tidak punya arti dan mereka tidak bisa dipercaya."

Dakwaan politik

Pemerintah komunis Kuba memang tidak pernah mengumumkan secara terbuka batas waktu yang jelas untuk pembebasan para tahanan tersebut.

Namun mereka mencapai kesepakatan pembebasan 52 tapol dengan Gereja Katolik dan pemerintah Spanyol, yang siap menampung para tahanan politik yang dibebaskan.

Selain itu pemerintah Kuba juga berjanji untuk membebaskan 14 tapol lainnya, yang bukan bagian dari kelompok 52 tapol tersebut.

Adapun 52 orang itu ditahan setelah operasi pembungkaman kelompok oposisi pada tahun 2003.

Para ibu, istri, dan putri dari tahanan politik kemudian membentuk Ladies in White untuk memperjuangkan pembebasan pembangkang politik yang ditahan,

Berdasarkan UU Kuba, maka pembangkang politik bisa ditangkap, diadili, dan dihukum penjara karena menyampaikan pendapat yang menentang pemerintah secara lisan maupun tulisan.

Dakwaan bisa berupa propaganda musuh, percetakan bawah tanah, maupun melakukan perkumpulan gelap.