Kuba mungkin kembali bebaskan tahanan politik

Kelompok pendukung Tapol di Kuba
Keterangan gambar, Kelompok pendukung Tapol di Kuba, The Ladies in White.

Pemerintah Kuba sedang mempertimbangkan lagi pembebasan politik secara besar-besaran.

Bulan Juli tahun ini Presiden Raul Castro sepakat untuk membebaskan 52 tahanan yang ditangkap dalam pemberangusan kelompok oposisi tahun 2003.

Kesepakatan Juli tersebut dimediasi oleh Gereja Katolik dan pemerintah Spanyol.

Kini pegiat hak asasi manusia dan kelompok pembangkang di Kuba sudah diminta oleh Gereja Katolik untuk mengidentifikasi tahanan politik di negara itu.

Hal tersebut meningkatkan spekulasi bahwa Presiden Castro sedang mempertimbangkan pembebasan semua tahanan politik begitu sebuah konsensus dicapai tentang siapa saja mereka yang termasuk dalam tahanan politik.

Menurut Berta Soler, dari kelompok pendukung Tapol, The Ladies in White, daftar mereka akan diserahkan kepada Gereja Katolik, Kedutaan Besar Spanyol dan Uni Eropa pekan ini.

Diperkirakan jumlah tahanan politik ini sekitar 40 hingga 100 orang.

Tewasnya pembangkang

Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Kuba, Elizardo Sanchez, mengatakan sembilan tahanan sudah didekati oleh pihak keamanan untuk membahas kemungkinan meninggalkan negara itu dan bergabung dengan keluarganya.

Namun laporan-laporan menyebutkan sebagian tahanan politik tidak bersedia untuk tinggal di pengasingan di luar Kuba.

Mereka tampaknya lebih suka untuk dibebaskan berdasarkan pengampunan dan bukan karena hukumannya dicabut atau diperingan.

Bagaimanapun sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kuba sehubungan dengan kemungkinan pembebasan tahanan politik terbaru ini.

Pembebasan 52 tahanan politik Juli lalu didorong oleh tewasnya seorang pembangkang yang melakukan aksi mogok di tahanan awal tahun ini, yang mengangkat isu catatan hak asasi manusia ke dunia internasional.