AS: reaktor nuklir Korut 'provokatif'

Reaktor nuklir Yongbyon dari satelit, 2002
Keterangan gambar, Amerika mengaku memantau kegiatan nuklir Korut, diantaranya lewat satelit

Bukti bahwa ada reaktor nuklir baru Korea Utara mengecewakan dan provokatif, kata utusan khusus Amerika untuk Korea Utara Stephen Bosworth.

Tetapi setelah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kim Sung-Hwan dia mengatakan situasi itu bukan "sebuah krisis".

Seorang ilmuwan Amerika melaporkan dia pernah diperlihatkan "lebih dari 1.000 mesin sentrifugal" untuk memperkaya uranium ketika dia mengunjungi Korea Utara dan menyaksikan sendiri reaktor baru itu.

Uranium yang diperkaya bisa digunakan sebagai bahan bakar nuklir atau dijadikan senjata.

"Ini jelas merupakan pengumuman yang mengecewakan," kata Bosworth. "Ini juga merupakan langkah terbaru dalam serangkaian langkah provokatif."

"Kami sudah lama mengamati dan menganalisa aspirasi (Korea Utara) untuk memperoduksi uranium yang diperkaya, sudah beberapa tahun."

Dia mengatakan bukti baru itu menunjukkan Korea Utara melanggar resolusi PBB.

'Bisa dilanjutkan'

Pembicaraan enam pihak termasuk Korea Utara memutuskan pada bulan September 2005 Korea Utara akan mendapat bantuan, keuntungan diplomatik dan keamanan bila negara itu menghentikan program nuklirnya.

Bosworth menambahkan dia masih percaya pembicaraan enam pihak masih bisa dilanjutkan lagi di masa depan.

"Pembicaraan itu masih memiliki nafas dan saya masih beranggapan kita mempunyai harapan bahwa kita masih bisa menghidupkannya lagi," kata Bosworth.

Dia tidak menepis kemungkinan mengadakan pembicaraan lebih jauh dengan Korea Utara tetapi dia mengatakan tidak akan ada "pembicaraan bila tujuannya hanya berbicara saja".

Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates mengatakan fasilitas baru itu akan memungkinkan Pyongyang membangun "sejumlah" peralatan nuklir selain juga peralatan yang diyakini sudah mereka bangun.