Korsel dan Korut saling tuding

Korea Utara dan Korea Selatan saling menyalahkan atas salah satu aksi tembak menembak paling serius sejak perang Korea berakhir sekitar 50 tahun lalu.
Dalam aksi tembak menembak selama sekitar satu jam, puluhan peluru artileri Korea Utara mendarat di Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan. Peristiwa itu menewaskan dua tentara Korea Selatan dan melukai sekitar 50 tentara dan penduduk sipil.
Korea Utara menuduh Korea Selatan menembak lebih dulu.
Korea Selatan mengatakan militernya melakukan latihan di dekat Pulau Yeonpyeong, tetapi tidak menembak ke arah Korea Utara. Korea Selatan menyebut peristiwa ini merupakan pelanggaran atas gencatan senjata kedua negara.
Sebelumnya, Korea Selatan mengatakan militer Korea Utara menembakkan sekitar 200 peluru artileri ke salah satu pulau Korea Selatan di dekat wilayah perbatasan bagian barat yang diperebutkan dengan Korea Utara.
Para saksi mata di Pulau Yeonpyeong menuturkan mereka melihat asap membumbung dari gedung-gedung yang rusak. Mereka mengatakan sebagian peluru artileri mengenai pangkalan militer Korea Selatan di Pulau Yeonpyeon.
Dikecam
Wartawan BBC di ibukota Korea Selatan, Seoul Roland Buerk melaporkan bahwa tembak menembak ini merupakan salah satu yang paling serius sejak perang Korea berakhir setengah abad lalu.

Rusia dan Amerika Serikat mengecam tindakan Korea Utara, meski Cina sebagai mitra utama Korea Utara menolak menyalahkan sekutunya. Beijing menyerukan kedua negara bekerja guna menciptakan perdamaian dan kestabilan.
Cina mengatakan kedua pihak harus lebih banyak berbuat guna menciptakan perdamaian. Kementerian Luar Negeri Cina menegaskan perundingan enam negara mutlak dilanjutkan.
Bank sentral Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat guna menilai imbas insiden ini terhadap pasar keuangan internasional.
Tembak menembak artileri ini terjadi ketika utusan khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara Stephen Bosworth menutup kemungkinan menggelar kembali perundingan enam pihak tentang Korea Utara selama Pyongyang melanjutkan program nuklir.
Ketika berbicara di Jepang, Bosworth mengatakan Korea Utara membangun fasilitas baru untuk pengayaan uranium.
Informasi kegiatan nuklir Korea Utara diungkapkan oleh beberapa ilmuwan Amerika yang diundang pemerintah Korea Utara untuk mengunjungi fasilitas nuklir yang baru.





























