Dubes AS anggap Presiden Karzai paranoid dan lemah

Presiden Hamid Karzai
Keterangan gambar, Dubes AS menilai Presiden Hamid Karzai punya dua sisi

Duta Besar Amerika Serikat di Kabul menganggap Presiden Hamid Karzai 'paranoid' dan 'lemah', seperti terungkap dalam dokumen komunikasi diplomatik AS yang dibocorkan Wikileaks.

Dalam dokumen tertanggal Juli 2009, Karl Eikenberry mengatakan dia mengidentifikasi dua sisi Karzai.

Yang pertama adalah individu yang paranoid dan lemah yang tidak memahami dasar-dasar pembangunan bangsa.

Sedangkan sisi kedua adalah politisi pemarah yang melihat dirinya sebagai pahlawan nasional yang tidak bisa menyelamatkan Afghanistan dari perpecahan karena persaingan politik.

Menurut Eikenberry empat pertemuan dengan Karzai berlangsung baik namun mengangkat kekhawatiran akan hubungan AS-Afghanistan, seperti yang diterbitkan oleh harian Inggris, The Guardian.

Dia juga mengaku terganggu dengan beberapa pandangan Karzai, termasuk keyakinan bahwa AS dan Iran mendukung saingannya dalam pemilihan umum Septermber 2009.

"Untuk menyesuaikan kembali hubungan kita dengan Karzai, kita harus menangani dan menantang kedua kepribadian itu," tulis Eikenberry.

Korupsi di Afghanistan

Pandangan yang sama juga diungkapkan pada dokumen komunikasi 2010, yang melaporkan pertemuan antara Eikenberry dengan Menteri Keuangan, Omar Zakhilwal.

Zakhilwal menggambarkan presiden sebagai pria yang amat lemah yang gampang percaya dengan laporan-laporan tentang komplotan yang menentangnya.

Sementara itu dalam sebuah dokumen tahun 2008, David Cameron -ketika masih menjabat ketua partai oposisi di Inggris- mengatakan cakupan pengaruh Karzai menurun setiap tahunnya.

Dokumen yang dibocorkan Wikileaks juga mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas korupsi di kalangan pemerintah Afghanistan.

Mereka yang dituduh antara lain adalah saudara angkat Karzai, Ahmad Wali Karzai, yang menjabat Kedua Dewan Provinsi Kandahar.

Eikenberry menyebut secara umum Ahmad Wali Karzai diketahui korup dan terlibat perdagangan narkotika.

Dalam dokumen 2009 disebutkan dengan reputasinya atas kesepakatan-kesepakatan gelap maka sarannya untuk proyek pembangunan besar yang berbiaya tinggi harus dilihat dengan dosis skeptimisme yang sehat.

Eikenberry mengatakan pertemuan di Kandahar mengangkat salah satu tantangan besar yang dihadapi Amerika Serikat.

"Bagaimana mungkin memberantas korupsi dan mengkaitkan rakyat dengan pemerintah kalau para pejabat kunci pemerintah korup," demikian salah satu kutipan dari pesan diplomatik Eikenberry.