PBB: perubahan politik terjadi di Birma

Utusan khusus PBB untuk Birma mengatakan perubahan politik terjadi di negara itu walaupun PBB menggambarkan pemilu baru-baru ini tidak bebas dan tidak adil.
"Pembentukan pemeritnahan tengah berlangsung dan saya rasa akan ada jabatan baru, posisi baru di parlemen yang akan membuka peluang dalam pemilu sela dan lain-lain," kata Vijay Nambiar kepada BBC.
Birma mengadakan pemilu pertama dalam 20 tahun terakhir bulan lalu.
Pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi telah dibebaskan dari tahanan rumah, namun seruan masyarakat internasional agar ia dapat ikut dalam pemilu di Birma tidak digubris pemerintah militer.
Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi ( NLD) secara resmi dibubarkan setelah memboikot pemilu.
Tetapi, Vijay Nambiar yang mengunjungi Birma pekan lalu, merasa masih ada peluang.
"Saya rasa akan ada peluang walaupun kecil, dan ada peluang atas meningkatnya peluang politik," tambahnya.
Sejumlah partai politik yang ikut serta dalam pemilu dan memenangkan kursi menganggap Nambiar terlalu idealistis atas prospek pemilihan sela di Birma.
Pemerintah Birma sendiri mendengar keprihatinan yang ia sampaikan, namun tidak memberikan tanggapan.
Tetapi Nambiar mengatakan dialog adalah satu-satunya pilihan.
Ia mengatakan komitmen para pemimpin Birma untuk mengupayakan demokrasi menunjukkan ada landasan yang sama.





























