Korut tuding Korsel sumber ketegangan

Korea Utara memperingatkan Korea Selatan agar tidak melakukan provokasi, termasuk latihan militer dengan peluru tajam di batas laut yang dipersengketakan.
Pernyataan Korea Utara mengatakan Korea Selatan menyebabkan ketegangan ''ekstrem''.
Pernyataan ini merupakan reaksi pertama Pyongyang atas pernyataan menteri pertahanan baru Korea Selatan, Kim Kwan-jin bahwa serangan Utara akan dibalas dengan serangan udara.
Kim menyatakan sikap tersebut menyusul serangan artileri Korea Utara terhadap sebuah pulau milik Korea Selatan yang menewaskan empat orang.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Korut, KCNA, Pyongyang mempersalahkan pemerintah Korsel atas ketegangan yang meningkat.
''Situasi politik di Semenanjung Korea mencapai tingkat yang tidak terkendali akibat langkah serampangan yang provokatif oleh kawanan boneka,'' kata pernyataan tadi.
Latihan

Pulau Yeonpyeong menjadi sasaran bombardemen pada 23 November. Dua warga sipil dan dua serdadu Korsel tewas dalam insiden yang mengguncang Seoul dan mendorong Selatan meninjau aturan main militernya dalam insiden serupa.
Pulau tersebut berada di selatan Garis Batas Utara, batas maritim yang dimaklumatkan oleh pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir Perang Korea 1953, namun tidak diakui oleh Pyongyang.
Bombardemen terhadap pulau tersebut berlangsung setelah Korsel menggelar latihan AL di kawasan.
Serangan artileri, dan pernyataan keras yang dilontarkan kedua belah pihak kemudian, memperkuat ketegangan di kawasan.
Ketika hadir dalam pengukuhannya sebagai menhan baru di parlemen Korsel hari Jumat (3/12), Kim menyatakan: ''Jika Korea Utara melakukan provokasi lagi, kami pasti akan menggunakan pesawat untuk menyerang Korea Utara.''
Korea Selatan juga bergegas menggelar berbagai persiapan militer, termasuk menyusun latihan dengan peluru tajam, manuver laut dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat dan merencanakan latihan lanjutan dengan Amerika Serikat.
Manuver laut yang baru rampung telah direncananakan sebelum serangan terhadap Yeonpyeong. Latihan dengan peluru tajam, latihan militer rutin, juga telah direncanakankan sebelum bombardemen, kata pejabat militer.





























