Hu telepon Obama soal Korea

Presiden Cina Hu Jintao mengatakan dia prihatin ketegangan antara Korea Utara dan Selatan bisa tidak terkendali.
Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Barack Obama dia mengatakan semua pihak harus menahan diri.
Sementara pihak Amerika mengatakan, Presiden Obama mendesak mitranya, Cina agar mengirim pesan jelas kepada Korea Utara.
Pembicaraan telepon antara Presiden Hu dan Obama ini menekankan seberapa serius Beijing dan Washington menanggapi ketegangan terbaru di semenanjung Korea ini.
Sikap kedua pemimpin ini mungin merupakan sikap paling serius ditengah ketidakpastian situasi yang lebih besar dibandingkan beberapa dasawarsa terakhir.
Tetapi hal lain yang bisa dibaca dari percakapan itu adalah perbedaan perspektif antara kedua negara.
Beijing menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menolak menuding Pyongyang memulai ketegangan ini, sedangkan Washington jelas menginginkan agar Beijing mengendalikan sekutunya, Korea Utara.
Tampak jelas ada rasa frustrasi di kalangan pejabat Amerika terhadap sikap Cina itu, ditambah dengan sejumlah pertanyaan mengenai seberapa besar sebenarnya pengaruh Cina yang masih ada terhadap Korea Utara saat ini.
Menteri-menteri luar negeri Amerika, Korea Selatan dan Jepang akan segera bertemu di Washington, tanpa perwakilan dari Cina.
Mereka semua berhati-hati menanggapi dorongan Cina agar memulai lagi dialog enam pihak tentang ambisi nuklir Korea Utara.
Situasi saat ini menggambarkan betapa kompleksnya strategi dan gambaran keamanan regional saat ini.
Ada kekhawatiran mengenai semenanjung Korea, pengakuan bahwa Cina merupakan salah satu pemain penting dalam masalah ini, tetapi juga adanya keresahan di kalangan para pemain penting lain mengenai hubungan mereka dengan Beijing dan pertanyaan mengenai ambisi Cina di kawasan itu.





























