Wikileaks sebut pemimpin Cina masa depan

Wakil Presiden Xi Jinping
Keterangan gambar, Wakil Presiden Xi Jinping disebut Wikileaks menyukai film Holywood

Xi Jinping dan Li Keqiang disebut dalam Wikileaks sebagai pemimpin Cina setelah 2012.

Wartawan BBC di Beijing Martin Patience menyebutkan tidak banyak yang dapat diketahui dari kedua orang yang diramalkan menjadi pemimpin Cina mendatang.

Namun menurut bocoran kabel diplomatik Amerika, Wakil Presiden Xi Jinping yang disebut sebagai presiden mendatang merupakan penggemar film Hollywood, Saving Private Ryan.

Selama pertemuan dengan Duta Besar Amerika Clark Randt tahun 2007, dia memuji nilai film-film Amerika dengan mengatakan kebenaran biasanya menang atas kejahatan.

"Xi mengatakan dia khususnya menyukai film-film Hollywood mengenai Perang Dunia Kedua dan berharap Hollywood akan melanjutkan produksi film seperti itu. Hollywood membuat film-film ini begitu baik, sangat bagus dan jujur," katanya dalam Wikileaks seperti dikutip AFP.

Di dunia politik, Wakil Presiden Xi Jinping mengakui rakyat tidak gembira dengan cara kerja pemerintah dan para pejabat partai.

Dan dia kemudian mengatakan, banyak "pembuat masalah" di tubuh Partai Komunis Cina.

Angka direkayasa

Dalam pertemuan terpisah, Li Keqiang yang diperkirakan akan menjadi perdana menteri mendatang, mengatakan kepada Duta Besar Amerika bahwa banyak angka-angka ekonomi yang dibuat pemerintah Cina "buatan manusia" yang bisa dikatakan direkayasa.

Waktu Li Keqiang menjadi Ketua Partai Komunis Cina di Provinsi Liaoning mengungkapkan soal angka-angka PDB Cina itu kepada diplomat Amerika.

"Dengan melihat angka-angka ini, Li mengatakan dia dapat mengukur akurasi pertumbuhan ekonomi. Semua data khususnya data statistik ekonomi 'hanya untuk referensi, katanya seraya tersenyum," demikian Wikileaks seperti dikutip Reuters.

Li diperkirakan akan menggantikan Wen Jiabao sebagai Perdana Menteri awal 2013. Posisi ini akan membuatnya bertanggung jawab atas pembuatan kebijakan di Cina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Jiang Yu dikutip kantor berita AFP mengatakan, informasi dari Wikileaks tidak akan mempengaruhi hubungannya dengan AS.

Ini adalah pengakuan terbuka dari seorang pejabat senior dan menunjukkan bagaimana kabel diplomatik AS ini berpotensi mempermalukan kedua tokoh ini.

Mereka mengungkapkan lebih banyak keterbukaan dengan para pejabat Amerika daripada yang biasa dilaporkan media Cina yang sering kritis terhadap Amerika.

Menurut kantor berita AP, dalam kabel diplomatik yang ditandatangani Duta Besar Amerika di Beijing, Jon Huntsman disebutkan, postur Cina dilukiskan sebagai negara "yang kehilangan teman di seluruh dunia".

Padahal, katanya, Cina berusaha membangun pengaruh di dunia melalui taktik penyebaran budaya dan ekonomi.

Beijing tidak mau berkomentar atas bocoran kabel diplomatik tersebut.