Rencana perundingan Korut

Perundingan Korea
Keterangan gambar, Korea Selatan melakukan patroli di pulau Yeonpyeong

Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang akan berunding di Washington tentang upaya menghadapi Korea Utara.

Ini adalah salah satu upaya negara-negara di kawasan dalam meningkatkan upaya diplomatik guna mencegah konflik kembali terjadi.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bertemu mitranya dari Korea Selatan dan Jepang di Washington hari Senin (06/12).

Pertemuan ini dilakukan dua minggu setelah serangan mematikan Korea Utara terhadap pulau Korea Selatan karena Seoul melakukan latihan militer.

Cina yang merupakan sekutu paling penting Korut tidak diundang tetapi ketiga negara diperkirakan akan membahas usulan Beijing tentang perundingan darurat kawasan.

Perbedaan pandangan

Dalam pembicaraan telpon sebelumnya, Obama mendesak Presiden Cina Hu Jintao untuk bekerja sama dengan AS sebagai "pesan tegas" kepada Korea Utara bahwa provokasi terhadap Korsel "tidak dapat diterima".

Wartawan BBC Nick Childs mengatakan kenyataan bahwa terjadi pembicaraan telpon diantara kedua presiden menunjukkan keseriusan Beijing dan Washington dalam menanggapi ketegangan terbaru.

Catatan pembicaraan juga menunjukkan perbedaan pandangan. Beijing menginginkan semua pihak menahan diri dan menolak menyalahkan Pyongyang; Washington menginginkan Beijing lebih meminta tanggung jawab Korea Utara.

Sejumlah pejabat AS kecewa terhadap posisi Cina, terutama mengingat besarnya pengaruh Cina terhadap para pemimpin Korea Utara.

Mahkamah Kejahatan Internasional akan menyelidiki apakah aksi Korut dapat dipandang sebagai kejahatan perang.

Mahkamah tersebut menyatakan akan memeriksa peristiwa penembakan pulau Yeonpyeong pada tanggal 23 November yang menewaskan dua marinir Korea Selatan dan dua warga sipil.

Keadaan di semenanjung tetap tidak menentu. Hari Senin Korea Selatan tetap melakukan serangkaian latihan penembakan baru meskipun Pyongyang sudah mengeluarkan peringatan.

Latihan dilakukan di pantai bagian timur, barat dan selatan tetapi tidak dilakukan di daerah yang peka di sepanjang perbatasan laut di barat.

Menteri pertahanan Korea Selatan yang baru mengatakan pihaknya akan melakukan serangan udara jika Korut kembali menyerang warga sipil.