Wikileaks menyebut Burma mengembangkan nuklir

Sebuah bocoran kawat diplomatik AS yang dirilis oleh situ Wikileaks mengungkapkan kalau Burma kemungkinan membangun sebuah instalasi nuklir di sebuah lokasi terpencil dengan bantuan Korea Utara.
Dokumen itu mengutip para saksi mata yang mengatakan pekerja Korea Utara membantu Burma membangung sebuah ruang perlindungan bawah tanah di hutan terpencil.
Kawat diplomat itu menegaskan kekhawatiran kalau rezim Burma mungkin tengah mencoba untuk membangun sebuah senjata nuklir. meskipun dibantah.
Kawat diplomat bulan Agustus 2004 ini mengutip sebuah pernyataan seorang pejabat di unit teknik Burma yang menyebut tengah membangun sebuah fasilitas rudal udara di kota Minbu, bagian barat Burma.
Laporan ini juga menyampaikan adanya saksi lain dari para buruh pelabuhan dan pengusaha asing yang pernah melihat lokasi tersebut.
''Korea Utara, membantu pekerja Burma membangun sebuah fasilitas bawah tanah dengan kedalam yang mencapai 150 meter,'' demikian isi tulisan dalam kawat diplomatik seperti yang diberitakan harian the Guardian.
Kawat itu juga menyebut sekitar 300 pekerja Korea Utara membantu membangun fasilitas tersebut, meski angka ini diduga terlalu tinggi.
Teka teki informasi

Seorang pengusaha asing juga mengatakan kepada kedutaan AS di Rangoon kalau dia mendengar sejumlah kabar terkait pembangunan instalasi nuklir tersebut.
Berdasarkan kawat lainnya, pengusaha itu mengatakan kepada petugas kedutaan mengenai kabar mengenai adanya bongkar muatan yang berisi baja dalam jumlah yang besar di lokasi tersebut yang terlihat lebih besar dari pabriknya.
Para pengamat juga pernah menyatakan kekhawatiran yang serupa terkait kerja sama Burma dengan Korea Utara untuk membangun teknologi nuklir, meski Burma membantahnya.
Waryawan BBC Jonathan Marcus melaporkan selama berbulan-bulan ada banyak informasi dikalangan wartawan terkait pembangunan fasilitas nuklir Burma atas bantuan Korea Utara.
Informasi-informasi itu kebanyakan berasal dari petunjuk potongan-potongan gambar satelit.
Tidak ada konfirmasi didalam kawat diplomatik tersebut terkait apa yang tengah dilakukan Burma dan Korea Utara, tetapi kawat ini memberikan sebuah pandangan yang luar biasa atas teka-teki informasi yang berdasarkan dari intelejen barat.
Kawat diplomat lain yang dikeluarkan oleh seorang pembocor informasi mengatakan kalau Cina, sekutu terkuat Burma menyatakan mulai tidak sabar dengan para pemimpin Burma.
Dua tahun lalu, Dubes Cina Guan Mu mengatakan kepada diplomat AS kalau ada risiko kerusuhan di Burma.
Dia juga mengatakan kalau para jenderal pemimpin junta Militer akan menyerahkan kekuasaan jika ada jaminan keamanan bagi mereka dan mereka tetap memiliki hak dalam sejumlah bisnis negara itu.
Bocoran kawat diplomatik terbaru ini merupakan bagian 1.100 kawat yang dibocorkan situs Wikileaks dari sekitar 251.000 kawat diplomat lainnya yang diklaim oleh situs ini.
Pendiri Wikileaks, Julian Assange, pekan ini telah ditangkap atas tuduhan perkosaan, tetapi sejumlah bocoran kawat diplomatik ini tetap muncul dan dikutip oleh media barat.





























