Fan Spartak Moskow bentrok

Kerusuhan di Moskow
Keterangan gambar, Polisi menggunakan pentungan untuk membubarkan demonstran

Beberapa orang mengalami luka-luka ketika aksi demonstrasi di Moskow pusat, Sabtu (11/12) untuk menentang pembunuhan seorang pendukung sepakbola berbuntut bentrok dengan pasukan keamanan.

Kantor berita Reuters mengutip seorang saksi mata yang menyebutkan korban luka, antara lain termasuk orang-orang yang lewat. Mereka tampak berasal dari etnik minoritas daerah Kaukasus. Mereka diserang oleh kelompok pengunjuk rasa.

Para pendukung Spartak Moskow berkumpul di dekat Kremlin menyusul penembakan rekan mereka, Yegor Sviridov awal minggu ini.

Polisi anti huru-hara Rusia diterjunkan ke Lapangan Manezh, Moskow pusat guna menangasi protes tanpa izin ini. Sejumlah laporan menyebutkan Kepala Kepolisian Vladimir Kolokoltsev juga mengadakan dialog dengan demonstran.

Rusuh di St Petersburg

Vladimir Kolokoltsev berjanji akan menyelesaikan penyelidikan terhadap kasus penembakan pendukung Spartak dan menyerukan kepada demonstran agar mereka bersabar, lapor kantor berita RIA-Novosti.

Kepala kepolisian Rusia mengatakan polisi berusaha meminimalisir penggunaan kekerasan dalam pawai. Polisi menggunakan pentungan untuk membubarkan massa, antara lain terdiri dari unsur nasionalis Rusia.

Mereka meneriakkan slogan "Rusia untuk orang Rusia".

Di tempat terpisah dalam kasus yang sama, pendukung sepakbola juga bentrok dengan polisi di St Petersburg. Kantor berita Itar-Tass melaporkan bahwa sekitar 60 pengunjuk rasa ditangkap oleh polisi di St. Petersburg.

Sviridov, 28 tahun, diduga ditembak mati dengan peluru karet dalam perkelahian dengan sekelompok pria dari Kaukasus Utara, Rusia selatan.